1. Home
  2. /
  3. Tercengang
  4. /
  5. Terungkap! Ini Ternyata Alasan...

Terungkap! Ini Ternyata Alasan Menunjukkan Jari Tengah Dianggap Sebagai Penghinaan


Meski bukan budaya Indonesia, saya yakin kita semua pasti familiar dengan gestur mengacungkan jari tengah sebagai ungkapan kemarahan, penghinaan, atau kekesalan terhadap orang lain yang sedang kita hadapi.

Sebenarnya, bagaimana sih kok bisa mengacungkan jari tengah dianggap sebagai sesuatu yang tidak sopan atau mewakili kekesalan kita pada orang tertentu? Ternyata ada beberapa versi cerita yang bisa menjelaskan hal ini. Yuk kita cari tahu bersama!

Menggambarkan organ genital pria

Menurut Desmond Morris, seorang antropolog yang cukup ternama, mengacungkan jari tengah diduga merupakan salah satu bentuk penghinaan paling kuno dalam sejarah yang kemungkinan besar ‘terinspirasi’ dari bentuk alat kelamin pria yang tengah ereksi. Hal ini lantas dianggap tabu atau tidak senonoh, karena pada dasarnya alat kelamin adalah sesuatu yang seharusnya tidak dipertunjukkan di muka umum.

Mengacungkan jari tengah bisa dianggap sebagai sebuah pernyataan kekesalan atau penghinaan (youtube)

Beberapa peneliti bahkan berpendapat bahwa asal muasal gestur ini bisa jadi lebih kuno lagi dan terinspirasi dari perilaku primata sejenis monyet tupai jantan yang suka mengacungkan jari tengah ketika ereksi. Jadi ada kemungkinan manusia purba meniru tingkah laku hewan tersebut dan menjadikannya bagian dari bahasa komunikasi mereka.

Mitos penghinaan serdadu Inggris untuk serdadu Perancis di perang Agincourt

Peperangan Agincourt konon turut menjadi asal muasal gesture jari tengah teracung (pinterest)

Gestur mengacungkan jari tengah juga telah menjadi mitos abadi yang muncul sat orang membahas perang Agincourt di tahun 1415 antara Inggris kontra Perancis. Konon, pasukan Inggris yang sukses menahan para pemanah Perancis mengancam bakal memotong dua jari para tahanan agar tak bisa memanah lagi. Ancaman dengan gestur jari tengah teracung itu konon terus menerus diulang sepanjang pertarungan untuk melemahkan mental serdadu Perancis.

Digitus impudicus

Patung Kaisar Agustus yang konon pernah menggunakan gestur jari tengah untuk menunjukkan kekesalannya pada penghibur yang penampilannya jelek (thoughco.com)

Bangsa Romawi di masa lalu kerap menyebut gestur jari tengah teracung ini sebagai ‘digitus impudicus‘ alias jari yang tidak pantas. Sebutan ini terus digunakan hingga tersebar ke seluruh Eropa pada abad pertengahan. Tercatat, bahkan para penguasa Romawi kuno macam kaisar Agustus hingga Caligula pernah menggunakan gestur ini untuk mengejek penghibur yang penampilannya jelek atau memberi penghinaan pada musuh yang tertangkap dengan cara memaksanya untuk mencium jari tengah kaisar.

Kondang di Amerika, tapi berasal dari Italia

Ternyata, gestur jari tengah baru dikenal bangsa Amerika pada abad ke-19 (politico.eu)

Tak dapat dipungkiri lagi, banyak dari kita yang menganggap bahwa budaya mengacungkan jari tengah berasal dari Amerika Serikat, sepaket dengan umpatan ‘F**k you!’ yang sering kita dengar. Padahal, gestur jari tengah baru dikenal oleh bangsa Amerika pada abad 19, tepatnya saat gelombang kedatangan imigran Italia masuk ke Amerika.

sumber : inovasee



loading...