1. Home
  2. /
  3. Terpana
  4. /
  5. Sebelum Memutuskan Untuk Menikah,...

Sebelum Memutuskan Untuk Menikah, Inilah 7 Hal yang Perlu Kamu Persiapkan Bersama Pasangan |



Bukan seperti menanak nasi yang bisa dengan mudah dipelajari, menikah membutuhkan persiapan yang matang dalam banyak aspek. Mulai dari mental, finansial, sampai mengenal lebih dalam tentang pasangan adalah sebagian dari banyaknya hal yang perlu dipertimbangkan.

Mengingat kamu nantinya hanya akan melihat satu sosok pasangan yang sama setiap paginya sepanjang hidup. Jadi sebelum memutuskan menikah, alangkah baiknya kamu membiasakan dan mempersiapkan 7 hal ini bersama pasangan

1. Meyakinkan diri kamu sendiri

id.pinterest.com

Sebagai pribadi yang sudah dewasa, tentu hal yang paling utama sebelum memutuskan untuk menikah adalah dengan meyakinkan diri sendiri. Meski nantinya suami kamu lah yang akan bertanggung jawab dalam keluarga, bukan berarti kamu harus menggantungkan segalanya kepada suami. Bahkan saat ia pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan, kamu mesti siap untuk bisa mengandalkan segalanya seorang diri.  

PILIHAN EDITOR

  • Jauh dari Kata Menye-menye, 7 Hobi Cewek Ini Bikin Cowok Naksir Berat

Baca Juga : Terlihat Mewah, 10 Benda Nyentrik Ini Ternyata Dibuat dari Keyboard Komputer

2. Mengurangi sifat ngambek saat tidak mendapat kabar darinya

id.pinterest.com

Jika kamu masih terbiasa ngambek atau badmood saat ia telat mengabari, maka itu sudah menjadi contoh kecil jika kamu belum siap untuk mengarungi rumah tangga. Menikah sudah bukan seperti masa pacaran yang harus selalu menagih kabar di sela-sela waktu sibuknya. Masih ada banyak yang perlu kamu urus daripada hanya ngambek karena dia lupa mengabarimu saat sampai kantor. Ingat girls, biasakan dirimu untuk memiliki berpositif thinking kepada pasanganmu. 

3. Sesekali menyediakan ruang sendiri bagi pasangan

id.pinterest.com

Semakin dewasa dirimu, maka semakin paham untuk selalu memberikan waktu sendiri bagi pasanganmu. Hidupnya bukan 100 persen tentang dirimu saja, tetapi ada banyak hal lain yang mesti juga ia pikirkan dan lakukan. Biarkan dia menyelesaikan persoalannya tanpa harus kamu utak-atik. Jika memang butuh, ia akan dengan sendirinya datang dan menghubungimu. 

Jangan sampai hubungan yang terlalu dekat dan intens tersebut membuat pasanganmu bosan setelah menikah kelak karena saking tidak adanya ruang privasi antara keduanya.  

4. Siap dengan perubahan

id.pinterest.com

Memutuskan untuk hidup bersama orang lain, berarti sudah siap menerima segala perubahan yang akan terjadi. Yang biasanya memikirkan diri sendiri, akan berubah menjadi toleran dan berbagi bersama suami. Menikah bukanlah seorang diri, ada sosok yang nantinya akan selalu bisa diajak untuk berdiskusi setiap hari. Suatu saat kamu pun tak akan bisa menghindari konflik-konflik kecil yang bisa kapan saja terjadi. 

5. Mencari tahu bagaimana sikap kamu dan pasangan dalam menghadapi tekanan

id.pinterest.com

Di dalam pernikahan nanti, tentu akan selalu beberapa masalah yang membuat kamu atau pasanganmu stres. Hal itu tentu tak bisa kita hindari. Namun masalahnya bagaimana kamu dan pasangan bisa mengahadapi tekanan tersebut dengan solusi yang jitu tanpa harus terlibat cekcok. Inilah pentingnya mengetahui dan mengenal pasanganmu saat ia berada dalam tekanan atau stres.

6. Bersiap untuk segala hal buruk yang mungkin terjadi

id.pinterest.com

Bukan seperti cerita dongeng yang selalu dipenuhi kebahagiaan, di saat sudah menikah nanti tentu akan banyak masalah bermunculan. Bukan hanya masalahmu, tapi juga bisa toleran dengan masalah pasanganmu. Sesekali diskusikan bersama pasanganmu tentang bagaimana mengatasi kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi saat berumah tangga nanti.  

7. Sudah rela kah berbagi uang dan segala yang kamu miliki dengannya?

id.pinterest.com

Uang mungkin menjadi hal yang paling sensifit saat sudah menikah kelak. Bukan berarti pelit atau mata duitan, karena nantinya apapun yang kamu miliki harus siap untuk berbagi dengan suami. Jika biasanya kamu membeli makanan untuk dinikmati sendiri, kali ini kamu harus siap jika makananmu habis di malam hari oleh suami.  Ada juga yang memang tidak ingin aset yang dimilikinya bisa dinikmati bersama. Semuanya tergantung pada kesepakatan keduanya. 

Jika kamu sudah mempertimbangkan segalanya seperti beberapa poin di atas, maka yang perlu kamu lakukan adalah mendiskusikan bersama pasangan agar bisa saling bisa bekerjasama dalam membangun rumah tangga. Jadi, sudah seberapa siapkah kamu memutuskan untuk menikah?

sumber: YUKEPO



loading...