1. Home
  2. /
  3. Terpana, Terpukau
  4. /
  5. Review The Meg (2018),...

Review The Meg (2018), Pertunjukkan One Man Show ala Jason Statham


Di tahun 1975 silam Steven Spielberg pernah membuat film Jaws yang sukses besar baik dari segi respons kritikus dan juga hasil box office. Film yang diangkat dari novel karangan Peter Benchley tersebut mengisahkan tentang teror hiu di satu pantai yang mengganggu kehidupan masyarakat sekitar.

Nah, di tahun 2018 ini kembali hadir satu film tentang hiu yang juga diangkat dari novel. Judulnya The Meg. Kalau Jaws ‘cuma’ sebatas hiu putih, The Meg menghadirkan teror hiu prasejarah yang berukuran lebih besar, yakni Megalodon! Penasaran gimana filmnya? Penasaran kenapa hiu prasejarah yang namanya mirip-mirip band brl itu bisa nongol di zaman modern ini?

Langsung saja baca ulasannya di bawah.

Sinopsis

Satu fasilitas riset di laut Tiongkok selatan yang bernama Mana One tengah melakukan penelitian tentang kehidupan di bawah laut. Sayangnya setelah mereka berhasil menembus ke lapisan laut yang lebih dalam, tiga orang awak harus terjebak di bawah laut setelah diserang oleh satu makhluk misterius yang sangat besar.

Demi menyelamatkan kru yang bernasib sial tersebut, Tim Mana One akhirnya menghubungi Jonas (Jason Statham), orang yang dianggap berpengalaman pernah menyelam di kedalaman yang sama sebelumnya. Jonas yang awalnya menolak (sedikit jual mahal, mungkin) akhirnya menerima permintaan tersebut dan secara tidak langsung membuktikan teorinya jika satu makhluk hidup yang diyakini telah punah, Megalodon, ternyata masih eksis di zaman ini.

via ballinnn.com

Premis standar dengan pola one man show

The Meg dibuka dengan prolog yang mengisahkan awal mula ‘pertemuan’ Jonas dengan Megalodon ketika dia sedang menyelamatkan awak kapal selam yang terjebak di Palung Mariana. Selain dianggap gagal, Jonas juga dianggap gila karena memiliki teori jika ada satu makhluk misterius berukuran besar di bawah laut sana. Jonas akhirnya diberhentikan dengan tidak hormat dan kredibilitasnya sebagai penyelamat handal ikut luntur.

Dari sini saja sudah kebaca kalau Jason Statham adalah sosok the one and only man. Gimana nggak, karakter yang awalnya dikucilkan lalu mendadak dapat sorotan karena teorinya terbukti benar sudah jadi bumbu yang sering ditemui dalam film Hollywood.

– Advertisement –

Editor’s Pick

  • Ternyata Ini Bedanya Kostum Para Avengers Dalam Film Dibandingkan Dengan Versi Komiknya
  • Antara Kostum Avengers Versi MCU dan Versi Komik, Mana yang Jadi Favoritmu?
  • Gimana Jadinya Kalau Pemeran Avengers Menggambar Karakter Mereka? Lihat Aja Di Sini

Konsep ini bahkan dicemooh sendiri lewat dialog yang diutarakan oleh Jonas. Saat dikunjungi perwakilan dari tim Mana One, Jason berujar kurang lebih seperti ini:

“Kalian datang ke sini mau minta tolong daku ‘kan!? Daku bakalan nolak permintaan kalian. Lalu kalian bakal nyoba ngebujuk hati nurani daku, tapi daku bakal nolak lagi. Kalian akhirnya nawarin uang dalam jumlah besar sebagai imbalan, tapi tetap daku tolak. Intinya, daku tau kalian datang ke sini pasti mau minta bantuan daku, karena cuma daku yang bisa bantu. Tapi pokoknya daku nggak akan mau bantu walau gimanapun keadaannya.”

Ya, dialog tersebut seolah menjadi satir tersendiri di dalam filmnya. The Meg secara nggak langsung hanya mengandalkan nama Jason Statham seorang. Karakter lainnya seolah punya satu tugas sampingan di samping berakting: membuat Jason Statham terlihat keren.

Apaan tuh yang gede di bawah laut?/via freep.com

Meski demikian, chemistry antar pemain bisa hadir dengan imbang. Semua aktor mendapatkan porsi tampil secara adil tanpa harus ada yang muncul berlebihan. Tapi jujur deh, karakter Meiying yang diperankan Shuya Sophia Cai sukses mencuri perhatian dengan dialog polos khas anak-anaknya.

Eksekusi teror yang maksimal

Sedari awal The Meg bikin saya penasaran dengan visualisasi dunia bawah lautnya, termasuk si Megalodon itu sendiri yang menjadi bin(a)tang utamanya. Dan hasilnya terbilang apik. Penggunaan efeknya terbilang halus dan nggak terkesan alakadarnya. Latar Mana One sebagai tempat riset beserta fasilitas canggih di dalamnya bisa dimaksimalkan dengan baik, termasuk penggunaan alat bantu yang lain seperti kapal selam.

Editor’s Pick

  • 4 Film Science Fiction Yang Dibuat Berdasarkan Kebohongan Ilmiah, Moviegoer Wajib Tahu!
  • The Last Of Us Part: II Akan Rilis Tahun Depan? Ini Dia Rumor Terbarunya
  • Lupakan Dulu MCU dan DCEU, Godzilla Cinematic Universe Bakalan Muncul Loh!

Tapi semua itu bakalan percuma kalau sosok megalodonnya kelihatan murahan ‘kan? Untungnya The Meg terbilang bisa menampilkan wujud hiu raksasa tersebut dengan cukup memesona.

Di paruh awal durasi, sosok Megalodon seolah disembunyikan dengan melulu tampil sekelebatan. Tapi ketika akhirnya Megalodon menampilkan keseluruhan tubuh seksinya, si hiu raksasa ini berhasil menunjukkan sisi sangarnya. Entah kalau saya yang lebay, saya beberapa kali terkejut ketika hiu raksasa tersebut muncul di depan kamera. Mungkin intensitas maksimal ini dibantu dengan adanya musik scoring.

Ini mulut lagi nguap atau bersin ya?/via ew.com

Setting tempat yang mayoritasnya berada di (dalam) laut juga memberikan sisi mencekam tersendiri di sepanjang film. Ya, penonton seolah diajak untuk ikut merasakan teror yang dialami anggota Mana One dalam usaha mereka bertahan antara hidup dan mati melawan sosok Megalodon, sambil mencari cara melawan makhluk tersebut.

Belum seikonik Jaws

Secara keseluruhan, The Meg tampil cukup menghibur dengan hasil akhir yang diberikan. Mulai dari jalan cerita sederhana yang bisa diolah dengan maksimal tanpa memberikan plot hole sepanjang durasi, kombinasi lanskap-sinematografi-scoring yang berpadu dengan baik untuk intensitas teror, termasuk komedi yang hadir dengan pas untuk memancing tawa tanpa merusak momen.

via hollywoodreporter.com

Dengan menghadirkan sosok Megalodon sebagai wujud teror, beberapa penonton pasti bakal membandingkannya dengan Jaws, seperti yang saya sempat singgung di bagian pembuka. Meski belum bisa disejajarkan dengan Jaws karena belum bisa menghadirkan beberapa adegan ikonik, The Meg senggaknya sudah menjawab keraguan saya pribadi yang mengkhawatirkan kalau film ini bakal berakhir alakadarnya.

Kalau kamu termasuk suka film thriller yang punya sosok antagonis hewan, atau kalau kamu senang dengan hal berbau laut, atau jika kamu suka sama hiu, The Meg bisa jadi pilihan yang pas untuk kamu tonton. Lumayan juga bisa lihat Jason Statham kembali ke layar perak setelah terakhir bermain di The Fate of The Furious.

– Advertisement –


sumber: selipan



loading...