1. Home
  2. /
  3. Terpana, Terpukau
  4. /
  5. Review Hotel Transylvania 3:...

Review Hotel Transylvania 3: A Monster Vacation (2018), Lebih Menghibur Dibanding Dua Film Pendahulunya


Membahas film animasi yang tayang di tahun 2018, kita mau nggak mau bakal menyebut judul Incredibles 2. Tapi belum lama berselang, sekitar satu bulan setelah Incredibles 2 rilis  hadir lagi satu buah film animasi berjudul Hotel Transylvania 3: A Summer Vacation.

Bagi kamu yang mengikuti franchise Hotel Transylvania sejak film pertamanya dirilis tahun 2012 lalu mungkin penasaran sama film ketiganya ini. Lantas apa Hotel Transylvania 3: A Summer Vacation bisa memuaskan penggemar film animasi? Simak ulasannya di bawah.

Sinopsis

Nggak cuma manusia, tapi monster juga butuh hiburan. Mungkin begitu premis utama yang ditawarkan dalam Hotel Transylvania 3. Mavis (Selena Gomez) yang menyadari jika ayahnya, Count Dracula (Adam Sandler) sering terlihat murung, akhirnya mengatur rencana liburan dengan berlayar di atas kapal pesiar.

Dracula yang awalnya segansama rencana liburan tersebut akhirnya malah terlibat intrik cinta setelah mengalami ‘zing’ dengan sang kapten kapal, Ericka (Kathryn Hahn). Liburan yang awalnya menyenangkan pun harus berakhir dengan bencana yang mengancam keberadaan para monster karena Ericka memiliki sebuah rahasia tersendiri.

Mabok laut atau sakit perut tuh?/via dnaindia.com

Hotel Transylvania 3: cerita standar yang lebih menghibur bagi penonton dewasa

Menonton film animasi bagi penonton dewasa mungkin kedengarannya aneh. Tapi tenang, toh saya sendiri masih suka nonton film animasi untuk sekadar hiburan. Hal tersebut juga berlaku di HT3. Saya sebagai orang dewasa cukup terhibur ketika menontonnya. Dan terlebih lagi film ini malah hadir lebih baik dibanding dua film sebelumnya, terutama film kedua yang bagi saya kurang memuaskan.

Jalan cerita HT3 emang cenderung sederhana. Eksekusinya juga terbilang seadanya tanpa berusaha kasih esensi kejutan lewat plot berlapis atau twist di penghujung film. Tapi itu bukan masalah. Saya selalu punya harapan lain yang nggak ada hubungannya sama cerita saat menonton film animasi: visualnya wajib memanjakan mata.

Dan HT3 memang kembali memanjakan mata dari segi visual lewat tone warna colorful yang hadir tanpa membuat pusing. Saya pun disuguhi setting landscape yang menakjubkan dalam bentuk Segitiga Bermuda, Gunung Berapi Bawah Air, Pulau Tak Berpenghuni, dan Atlantis yang bisa bikin saya ngiler untuk ikut liburan ke sana.

– Advertisement –

via landmarkcinemas.com

Tapi bagian terbaik dalam HT3 terletak dalam pemilihan latar musiknya. HT3 sukses menghadirkan tawa dan sensasi nostalgia lewat pilihan lagu macam Macarena, sekaligus mengajak kita ikut bergoyang melalui lagu kekinian bercorak EDM. Superb!

Mengingat ini film garapan Disney, mungkin banyak di antara kamu yang mengharapkan gelontoran komedi sarkas guna memancing tawa penonton dewasa. Pastinya komedi ini hadir dalam bentuk adult jokes atau lelucon orang dewasa.

Untungnya berbagai lelucon dalam HT3 memang beneran lucu. Sepanjang durasi bahkan seisi studio sering diisi tawa para orang tua dan remaja dibanding anak-anak.

“Hmm.. apa ini berarti HT3 nggak cocok ditonton anak di bawah umur? Apa ini berarti saya nggak bisa ajak anak atau keponakan saya nonton film ini?”

HT3 masih berada di koridor yang cukup aman untuk ditonton bareng keluarga kok. Adult jokes yang saya maksud juga bukan dalam taraf mesum. Singkatnya sih, komedi yang hadir dalam HT3 bisa menghibur penonton usia dewasa dengan cukup maksimal.

Dracula lagi liat apaan ya/via farrago.com

Banyaknya karakter bikin susah fokus

Salah satu alasan kenapa franchise Hotel Transylvania disukai orang-orang adalah karena faktor karakter. Yup, franchise ini memang terhitung punya banyak karakter yang bahkan bisa dibilang cukup ikonik.

Dan dalam film ketiganya ini, meskipun belum nonton dua film sebelumnya, tapi penonton awam masih bisa mengenali para karakter utamanya dengan mudah. Misalnya, selain Dracula dan Mavis, ada juga Johnny (Andy Samberg), Dennis (Asher Blinkoff), Frankenstein (Kevin James), The Invisible Man (David Spade), Werewolf (Steve Buscemi), dan Mummy (Keegan-Michael Key).

Bahkan susah rasanya bagi penonton untuk nggak jatuh cinta sama si makhluk jelly bernama Blooby (Genndy Tartakovsky).

via chopnews,com

Layaknya sebuah sekuel yang juga wajib memberikan karakter baru, selain Ericka, penonton kini dikenalkan dengan Abraham van Helsing (Jim Gaffigan) dan Kraken (Joe Jonas). Nah… dengan banyaknya karakter yang hadir keroyokan, salah satu kelemahan yang paling mudah dilihat apalagi kalau bukan masalah eksplorasi.

Editor’s Pick

  • Totalitas Tanpa Batas! 7 Aktris Cantik Ini Rela Latihan Keras Demi Peran Dalam Filmnya
  • 10 Kekuatan Super Dari Komik DC Dan Marvel Yang Patut Dipertanyakan Kegunaannya
  • Sssttt…6 Film Yang Berdasarkan Kisah Nyata Ini Ternyata Gak Setepat Kenyataannya!

Porsi komedi dari tiap karakter jadi berakhir agak tumpang tindih guna. Hal ini bisa dikatakan sedikit mengganggu, apalagi kalau karakter yang kurang disorot sebenarnya memiliki mayoritas penggemar yang cukup tinggi. Meski demikian, hal itu nggak begitu kelewat mengganggu sampai terlihat menyebalkan. Setiap karakter sudah cukup menghibur dengan pembawaan khas mereka masing-masing kok.

via newscult.com

Jadi, kalau kamu lagi pusing dengan kerjaan kantor yang menggunung, mungkin kamu bisa atur waktu dengan pergi ke bioskop untuk nonton Hotel Transylvania 3. Kamu bisa pergi bareng genk kantor atau ajak ponakan untuk ikut berlibur sebentar bersama para monster.

Akhir Kata

Kalau misalnya kamu lagi pusing sama kerjaan yang menggunung, atau lagi stres menghadapi tugas-tugas kuliah/sekolah, atau bahkan jika kamu lagi kesal sendiri tanpa ada penyebabnya, mungkin kamu bisa atur waktu untuk nonton Hotel Transylvania 3.

Kamu kurang suka film animasi? Hey, nggak ada salahnya ajak orang lain yang suka sama film animasi buat nonton bareng. Mungkin juga film ini bakal bikin kamu mulai tertarik sama film animasi. Dan kalau kamu sudah nonton, coba kasih tanggapan kamu di kolom komentar.

– Advertisement –

sumber: selipan



loading...