1. Home
  2. /
  3. Terpana, Terpukau
  4. /
  5. Review First Man: Biopik...

Review First Man: Biopik Menyentuh lewat Sudut Pandang Neil Armstrong


Kamu termasuk tim yang percaya kalau Neil Armstrong merupakan salah satu manusia yang pertama kali mendarat di bulan pada tahun 1969, atau kamu termasuk orang yang meragukan pendaratan itu?

Isu terkait hal tersebut masih hangat dibahas sampai saat ini. Namun terlepas apakah pendaratan itu nyata atau hoax, sekelumit kisah Neil Armstrong tersebut bisa kamu saksikan lewat film berjudul First Man.

Damien Chazelle yang lebih dikenal lewat film berbasis musik seperti Whiplash (2014) dan La La Land (2016) didapuk untuk mengisi kursi sutradara First Man. Berbeda dengan dua film tersebut,  untuk pertama kalinya Chazelle menghadirkan sebuah film biopik yang diadaptasi dari buku First Man: The Life of Neil A. Armstrong karangan James R. Hansen.

First Man: Kisah inspiratif tentang pendaratan manusia di bulan

via latimes.com

Untuk jalan cerita dari First Man kayaknya sih nggak perlu dijelaskan panjang lebar lagi. Ya, film ini berfokus pada kisah Neil Armstrong (Ryan Gosling) sepanjang tahun 1961-1969, tatkala ia mengemban misi berbahaya untuk menjadi manusia pertama yang mendarat di bulan.

Dalam durasi hampir 2,5 jam, film mungkin terasa sedikit membosankan terutama di paruh awal. Tapi sama seperti perjuangan yang dihadapi oleh tim Gemini, First Man adalah sebuah perjalanan yang cukup melelahkan namun berbuah manis.

Apa ini karena kita tahu kalau pada akhirnya semua usaha tersebut akan berhasil seperti catatan sejarah yang sudah terjadi? Nggak juga.

Fondasi jalan cerita yang kuat menjadi dasar penggerak film ini untuk hadir dengan lebih emosional. Cerita sepertinya memang sengaja lebih dipusatkan dari sudut pandang Neil Armstrong sebagai salah satu tokoh dalam sejarah. Maka dari itu kita bisa mengetahui lebih dalam kalau misi pendaratan manusia di bulan bukan hanya berbahaya, tapi juga menguras banyak tenaga, pikiran, dan terutama air mata.

via vanityfair.com

Film dibuka dengan Neil yang sedih akibat ditinggal wafat anak perempuannya, Karen (Lucy Stafford). Kematian anaknya tersebut akhirnya ia ubah menjadi semangat untuk bermimpi kalau dirinya sanggup terbang ke luar angkasa. Sang istri, Janet (Claire Foy) pun mendukung semua usaha Neil meski di lubuk hatinya yang paling dalam ia takut kehilangan Neil.

Hambatan dan kegagalan terus datang silih berganti. Pro dan kontra terkait misi ambisius ini juga menjadi satu isu tersendiri. Namun Armstrong tetap gigih pada pendiriannya untuk terus berjuang demi bisa menebus kematian rekan-rekannya yang gagal saat percobaan peluncuran Apollo: Ed White (Jason Clarke), Gus Grissom (Shea Whigham), serta Roger B. Chaffee (Cory Michael Smith).

“We need to fail down here, so we don’t fail up there.” Ucapan Armstrong dalam salah satu dialog tersebut semacam menjadi satu kekuatan sekaligus keyakinan kuat. Sebuah ucapan yang mengamini jika kegagalan yang dihadapi menjadi penguat timnya untuk mengeksplorasi luar angkasa nantinya.

via vox.com

Editor’s Pick

  • Kangen Sama Dunia Sihir Harry Potter? 10 Tempat Wisata Ini Selalu Jadi Incaran Potterhead!
  • Nggak Cuma Menampilkan Cuplikan, Ini 5 Fakta tentang Trailer Film yang Mungkin Belum Kamu Tahu
  • Inilah 4 Alasan Kenapa Cinematic Universe Lain Masih Sulit Diterima Industri Film Saat Ini
  • Penuh Adegan Disturbing, Ini 7 Film Gila yang Jangan Ditonton kalau Kamu Lagi Makan

Dibintangi Ryan Gosling dan Claire Foy yang bermain dengan apik

via theverge.com

Mimpi dan tekad kuat dari seorang Neil Armstrong yang dibawakan oleh Ryan Gosling memang sangat inspiratif. Entah apakah sosok Neil asli memang seperti yang ditampilkan di dalam film: kalem, tenang, cool, juga pendiam. Kalau memang demikian, Gosling berarti berhasil memerankan sosok Armstrong dengan penuh penghayatan. Tapi jika berbeda, Gosling juga tetap berhasil membawakan sosok legendaris tersebut lewat gayanya sendiri dengan sangat maksimal sekaligus menyentuh.

Claire Foy yang menjadi lawan main dari Gosling turut memberikan performa dengan sama baiknya. Walau nggak rajin muncul dalam layar, kehadiran Janet yang tergambar jelas mencintai sekaligus mengkhawatirkan suaminya menggugah rasa dilema dalam diri saya.

Salah satu adegan terbaik yang ditampilkan oleh Claire adalah saat ia memaksa Neil untuk berpamitan kepada kedua anaknya, kalau-kalau Neil tidak bisa kembali pulang dengan selamat.

Pasangan Neil dan Janet Armstrong yang diperankan Ryan Gosling dan Claire Foy/via bbc.com

Penampilan apik Ryan dan Claire turut dibantu dengan olahan scoring dari Justin Hurwitz, yang juga menghadirkan sisi emosional yang berhasil membuat mata enggan berpaling dari layar. Salah satu gubahan score terbaik dari Justin hadir dalam nomor The Landing yang mengiringi proses pendaratan tim Apollo 11 ke bulan.

Meski bisa dibilang keluar dari zona nyamannya, Damien Chazelle sebagai sutradara sekali lagi berhasil menyajikan kisah inspiratif yang menggugah hati. Betapa ia ingin menggambarkan satu sosok legendaris Neil Armstrong dengan lebih intim lewat kehidupan pribadinya.

Kisah drama biopik dalam First Man mungkin bukan jenis film yang bisa dengan mudah dinikmati semua orang. Sebagian orang mungkin terlelap berkat panjangnya durasi yang dihadirkan. Tapi sebagian lagi mungkin bisa tergugah sekaligus terinspirasi; tekad yang kuat bisa menghasilkan satu pencapaian yang dapat mengukir sebuah catatan sejarah.

Sekali lagi saya bertanya, kamu termasuk penonton yang mana?

– Advertisement –

sumber: selipan



loading...