1. Home
  2. /
  3. Terpukau
  4. /
  5. Punya Rambut Paling Lembut...

Punya Rambut Paling Lembut Se-Asia, Negara Ini Jadi Eksportir Rambut Palsu Terbesar di Dunia


Hai! Hai! Hai! Kembali lagi bersama Hipwee yang selalu menemani langkahmu setiap hari. Bicara soal rambut semua orang pasti memilikinya, tapi nggak semua orang punya rambut indah layaknya rambut para model-model dunia. Rambut merupakan mahkota jiwa, tanpanya tingkat ke-kece-an seseorang bakalan kurang. Dan, teori dasar ini kalian pasti sangat setuju bukan?

Tapi tahu nggak sih guys bahwa rambut manusia juga merupakan alat perdagangan di Myanmar? Sebagaimana dilansir dari Frontier Myanmar, Myanmar merupakan salah satu negara eksportir rambut manusia terbesar di dunia yang mana Cina merupakan tujuan utamanya. Katanya sih rambut orang-orang Myanmar itu paling lembut sedunia. Lalu seperti apa perdagangan rambut manusia di Myanmar? Yuk, kita simak bareng Hipwee News & Feature!

1. Rambut orang Myanmar terkenal paling lembut se-Asia. Nggak salah jika banyak negara yang berburu untuk produksi rambut palsu

Penjualan rambut manuisa di Myanmar via edition.cnn.com

Setiap negara memiliki tingkat kelembaban masing-masing. Dataran Asia memiliki tingkat kelembaban lebih tinggi dibanding dataran Eropa dan Amerika. Hal ini pun mempengaruhi kelembaban kulit orang Asia termasuk rambut. Dari sekian banyak negara di dataran Asia, orang Myanmar yang menduduki posisi pertama yang memiliki rambut paling lembut.

Myanmar termasuk salah satu negara dengan angka perdagangan rambut manusia tertinggi. Tercatat pada tahun 2016 saja angka penjualan rambut manusia mencapai 87,4 juta dolar. Angka tersebut menempatkan Myanmar ke posisi ketiga setelah India dan Tunisia yang juga merupakan negara eksportir rambut manusia. Bukan cuma urusan bisnis, tahun 2009 sebanyak 100.000 wanita Myanmar menyumbangkan 2.400 kg rambut yang mana hasil penjualannya untuk memperbaiki 16 jembatan di sepanjang 26 kilometer di daerah Sagaing. Jadi, nggak salah ya jika Myanmar sebagai produsen rambut terbaik di Asia.

2. Sistem penjualannya bisa menggunakan panjang rambut maupun berat rambut

Makin panjang makin mahal harga jualnya via edition.cnn.com

Karakter rambut menentukan harga jual, artinya jika rambut tidak keriting, tidak bercabang, dan lembut maka nilai jualnya tinggi. Pusat jual beli rambut manusia di Myanmar ada di pasar Insein. Sistem jual beli rambut manusia di pasar bisa dengan cara mengukur panjang rambut atau berat rambut yang sudah digumpal terlebih dahulu. Biasanya dengan panjang minimal 10 inci pemilik rambut akan mendapat uang sebesar 15.000 kyat atau 11 dolar hingga 200.000 kyat atau 150 dolar untuk panjang rambut lebih dari 10 inci. Sementara sistem penjualan dengan penimbangan berat menggunakan satuan berat “vis” atau setara dengan 1,5 kilogram.

Transaksi ini didominasi olehh kaum wanita meskipun kaum pria tidak menutup kemungkinan melakukan juga. Rambut-rambut tersebut nantinya akan di ekspor ke China yang mana di sana akan diproses untuk dibentuk menjadi wig dan kemudian dijual ke penata rambut di Eropa.

“This is an easy way to take care of my family of five,” jelas Daw Aye Aye Thein, salah satu pedagang rambut manusia di pasar Insein, lansiran Frontier Myanmar.

3. Ada beragam alasan mengapa wanita Myanmar rela menjual rambutnya, investasi masa depan salah satunya

Jual rambut untuk menutupi ekonomi keluarga via edition.cnn.com

Ada beragam alasan mengapa banyak wanita Myanmar menjual rambut mereka. Kebanyakan dari mereka didesak ooleh faktor ekonomi yang mana ia harus membayar uang sewa rumah, membayar hutang, atau sekedar ingin menabung. Sebagian lagi dari mereka menyumbangkan hasil penjualan rambut kepada biarawati yang setiap pagi mengumpulkan dana untuk keperluan ibadah.

“Out of 20 customers who come here, maybe 15 do it because they need the money, and the other five do it for making merit,” tambah Daw Aye Aye Thein.

4. Industri rambut ini juga disokong dengan tradisi di mana setiap tahun wanita Myanmar secara umum melakukan pemotongan rambut sebagai bentuk pengorbanan perayaan Tahun Baru Budha

Semakin banyak stok rambut via edition.cnn.com

Pada perayaan tahun baru Budha, beberapa gadis Myanmar yang ingin menjadi biarawati harus rela memotong rambut mereka hingga gundul. Memotong rambut tersebut sebagai wujud simbolik pengorbanan yang mutlak.

Pelaku bisnis jual beli rambut manusia di pasar Insein semakin banyak. Dan jumlah wanita yang ingin menjual rambut pun sudah semakin berkurang. Bisnis ini agaknya akan mengalami kemunduran karena pasoka rambut semakin berkurang. Saat ini saja selain Daw Aye Aye Thein, masih ada 10 pelaku bisnis serupa sehingga persaingan semakin ketat.

“Last year we had about 20 samples of hair over 40 inches long. This year we’ve had only five,” jelas Daw Aye Aye Thein.

Gimana, guys, unik juga ya jual beli rambut manusia di Myanmar. Kira-kira kamu rela nggak jika rambut panjangmu dijual?

sumber : hipwee



loading...