1. Home
  2. /
  3. Terpana, Terpukau
  4. /
  5. Piala Oscar Mau Tambah...

Piala Oscar Mau Tambah Kategori Penghargaan untuk Film Populer? Apa Perlu?!


Academy Awards atau biasa kita kenal dengan nama Oscar, ajang yang selalu menarik perhatian moviegoer sejati di seluruh dunia, sekalipun film-film yang masuk nominasinya kurang kita kenal. Selain menghadirkan nominasi film yang nggak biasa, Oscar juga punya keunikan tersendiri karena penilaian filmnya sangat selektif. Coba saja kamu perhatikan berapa banyak film box-office yang memenangkan atau sekedar masuk nominasi penghargaan Oscar sebagai film terbaik. Sangat jarang, bukan? Karena itulah ajang seperti ini sangat cocok bagi para sineas buat unjuk gigi.

Sayangnya, citra dari Oscar sebagai ajang penghargaan seni perfilman terbaik di dunia (mungkin) bakal dirusak setelah John Bailey selaku presiden dari The Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) mengumumkan perihal adanya nominasi baru yang ditujukan bagi Film Populer dengan Pencapaian Terbaik atau Best Achievement in Popular Film.

Meskipun belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai maksud dari ‘Pencapaian Terbaik’ ini, kita bisa menduga kalau penghargaan untuk film populer ini sepertinya bakal diberikan khusus pada film yang meraih kesuksesan box-office. Tapi apa perlu ajang sebesar Oscar menambah kategori penghargaan baru ini?

Penghargaan bagi film populer mencederai tujuan dari Oscar

via news.abs-cbn.com

Secara popularitas, Oscar saat ini memang mengalami kemerosotan rating dan jumlah penonton hingga mencapai titik terendahnya. Dan hal ini jelas bikin AMPAS harus berpikir keras untuk mencari inovasi baru untuk menarik minat moviegoer, khususnya mereka yang menyukai film blockbuster.

Pada dasarnya suatu film dibuat untuk mengekspresikan kreativitas seni yang dimiliki para sineas. Namun di balik itu ada juga tujuan lain dari pembuatan film, yaitu sebagai hiburan bagi penonton dan juga mesin uang yang menguntungkan.

Tapi jika kita kembali ke tujuan utama dari Oscar sebagai wadah untuk menilai karya berdasarkan proses kreatif yang dilakukan oleh sutradara, aktor, dan semua individu yang terlibat dalam proses pembuatan film, apakah pantas nominasi film populer jadi salah satu bagian Oscar?

Persoalan ini jelas mencederai makna dari ‘Motion Picture Arts’ atau seni perfilman yang dicanangkan oleh The Academy. Jadi sangat nggak wajar jika tiba-tiba muncul penghargaan yang dinilai dari seberapa banyak film menjual tiket di bioskop.

– Advertisement –

Tidak ada yang diuntungkan dari kategori penghargaan baru ini

via thestranger.com

Bertambahnya kategori nominasi ini juga memunculkan persoalan baru, khususnya bagi film populer yang mendapat apresiasi baik dari kritikus maupun penonton. Kita ambil contoh Black Panther yang dianggap sebagai salah satu film terbaik di tahun 2018 dan pantas masuk nominasi sebagai film terbaik di Oscars. Tapi karena adanya penghargaan untuk film populer, Black Panther kayaknya harus rela untuk melepaskan nominasi film terbaik.

Sebabnya? Karena peraturan mengharuskan film populer hanya pantas masuk di nominasi penghargaan untuk film populer; bukan film terbaik.

Editor’s Pick

  • 7 Film Ini Awalnya Diprediksi Gagal, tapi Hasilnya Malah Melebihi Ekspektasi
  • 4 Film Science Fiction Yang Dibuat Berdasarkan Kebohongan Ilmiah, Moviegoer Wajib Tahu!
  • 5 Alasan Kenapa Saat Ini Kita Butuh Acara Televisi seperti Si Doel dan Keluarga Cemara

Hilangnya kesakralan Penghargaan Film Terbaik (Best Pictures)

via www.hollywoodreporter.com

Keunikan dari piala Oscar ada pada segmentasi penonton di ajang tersebut. Berbeda dengan People’s Choice Awards atau MTV Movie Awards di mana kamu bisa menemukan perwakilan dari film blockbuster berseliweran naik turun panggung untuk mengambil piala; di ajang Oscar, film blockbuster jarang banget sukses mendapatkan penghargaan film terbaik.

Sebagian besar pemenang Best Pictures di Oscars punya kualitas jauh lebih baik dibandingkan film yang meraih penghargaan film terbaik di ajang berbeda. Tidak menilai dari popularitas, para juri di ajang Oscar justu menilai keberhasilan suatu film dari segi cerita, sinematografi, dan akting dari aktor.

Nah yang menjadi persoalan setelah adanya nominasi ini adalah hilangnya sisi prestise dari Best Pictures di ajang tersebut. Best Pictures dan Best Outstanding Popular Film bisa dianggap memiliki prestise yang sama, atau mungkin bisa berdampingan satu sama lain.

Hanya saja, nggak semua penonton mainstream bisa menerima kriteria penilaian yang sebelumnya diterapkan di Best Pictures. Sebagai contohnya film Spotlight yang menyuguhkan topik cerita yang serius, jelas nggak cocok buat penonton film secara umum.

Nominasi ini jelas menjadi pertaruhan bagi ajang Oscar. Apakah kompetisi berkualitas yang memiliki penghargaan paling sakral ini bakal disamakan dengan ajang-ajang lain, seperti MTV Movie Awards atau Teen’s Choice Awards yang notabene ditujukan pada film mainstream?

Menurunnya kualitas film yang dibuat oleh sineas

via ludotech.net

Salah satu hal yang menjadi ketakutan saya mengenai pengumuman ini adalah hilangnya minat para sineas untuk mengeksplorasi kreativitas dalam pembuatan film.

Penggarapan suatu film jelas nggak bisa dibilang gampang. Butuh imajinasi dan kreativitas tinggi untuk membuat film yang berkualitas. Nggak cuma menyuguhkan cerita menarik saja, banyak aspek yang juga ikut mempengaruhi penilaian atas kualitas dari film itu sendiri.

Sangat penting untuk memperhatikan hal tersebut sebagai pertimbangan untuk menilai suatu film. Tapi jika kamu disodorkan dengan film blockbuster, apa semua aspek tersebut berpengaruh? Saya rasa nggak deh. Aspek luar seperti promosi, kepopuleran karakter atau aktor, dan tetek bengek lainnya bisa bikin suatu film jadi terkenal.

Dan jika apresiasi terhadap sineas pun ikut berkurang, kemungkinan penilaian kualitas film pun ikut menurun juga.

Sebagai orang yang nggak terjun secara teknis dalam penggarapan film, ini mungkin cuma ketakutan pribadi. Namun kalau saja hal ini terjadi, apa mungkin film bisa dinikmati secara bebas di kemudian hari?

Melihat permasalah terkait dengan kategori penghargaan terbaru ini, apakah kamu melihatnya sebagai ancaman bagi penghargaan film? Atau justru ini bisa jadi solusi bagi Oscar untuk memperbaiki imej sebagai ajang yang ramah bagi khalayak penonton film di seluruh dunia? Kalau kamu punya pendapat sendiri, jangan lupa tuliskan di kolom komentar ya.

– Advertisement –


sumber: selipan



loading...