1. Home
  2. /
  3. Tercengang
  4. /
  5. Pesona Tenun Maumere di...

Pesona Tenun Maumere di Indonesia Pavilion Pikat Pengunjung IMF


Indonesia Pavilion 1

Pertemuan IMF di Bali jadi salah satu ajang pamer kekayaan dan kebudayaan Indonesia nih, Feedies. Kali ini, salah satu kekayaan Tanah Air yang diperlihatkan adalah tenun Maumere. Intip yuk kisah selengkapnya!

FeedMe.id, Jakarta – Tenun Maumere ternyata memberikan pesona bagi orang turis mancanegara lho, Feedies. Ini terbukti dari stan Indonesia Pavilion dalam Pertemuan IMF di Bali, yang ramai dikunjungi. Tampaknya para turis amat tertarik pada kain yang satu ini.

Warna-warni tenun Maumere yang terbentang cantik di gerai UMKM milik penenun Rosvita begitu memikat hati pengunjung. UMKM yang didukung 25 penenun itu memamerkan berbagai corak dan motif tenun khas Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang didominasi warna merah, biru, nila dan hitam.

Sebagai penenun, Rosvita sangat memahami motif-motif tenun klasik dan modern dari tanah leluhurnya. Menurutnya, tenun Maumere memiliki lebih dari 20 motif, yaitu motif klasik dan modern. Dari sekian banyak motif, kata Rosvita, yang amat disukai banyak orang salah satunya klasik Wastra.

 

Indonesia Pavilion 3

Rosvita, sebagaima tertulis dalam siaran pers yang diterima Feedy, mengatakan kain wastra memiliki filosofi yang mendalam, yaitu sebagai simbol kesuburan seorang perempuan. Kain tenun jenis ini memiliki motif khusus disebut Lian Lipa, yang didominasi warna merah dan hitam.

“Ini motif tradisional yang biasa dipakai oleh perempuan di atas usia 50 tahun,” kata Rosvita sembari menunjukkan Kain Wastra yang dimaksud.

Selain itu, ada jenis tenun lain yang juga banyak disukai orang, yaitu kain tenun dengan motif Dala Mawarane. Kain tenun dengan motif tersebut didominasi warna biru dan merah. “Ada pula yang warna biru, nila atau indigo, dan merah yang pewarnanya dari akar mengkudu. Ini merupakan simbol keutuhan sebuah keluarga atau suku,” ujar Rosvita yang piawai menenun sejak remaja.

Satu kain tenun warisan nenek moyang ini, tutur Rosvita, idealnya membutuhkan waktu hingga tiga bulan untuk pengerjaannya dan dua bulan untuk pewarnaannya. Namun untuk beberapa kain tenun yang ukurannya lebih kecil, waktu pengerjaan dan pewarnaannya bisa lebih cepat.

Indonesia Pavilion 2

“Semua proses tenun ini pengerjaannya secara tradisional, begitu pula pewarnaannya yang menggunakan bahan alami, seperti berasal dari akar, daun, buah, batang kulit pohon dan lain-lain,” kata Rosvita menguraikan panjang lebar.

Selain kain tenun panjang, Rosvita juga menampilkan produk lainnya bermotif tenun Maumere seperti dompet, tempat kartu, aksesoris, syal dan masih banyak lagi.

“Saya sangat bangga bisa hadir di ajang ini, karena ini merupakan kesempatan saya untuk memperkenalkan tenun kepada masyarakat mancanegara. Saya berharap, setelah pameran ini, produk-produk tenun dari NTT semakin go international,” ucapnya.

The post Pesona Tenun Maumere di Indonesia Pavilion Pikat Pengunjung IMF appeared first on FeedMe.id.

sumber : feedme



loading...