1. Home
  2. /
  3. Tercengang
  4. /
  5. Miris, Para Remaja di...

Miris, Para Remaja di Jawa Tengah Ini Menggunakan Air Rebusan Pembalut Agar “Ngefly”


Ada banyak sekali jenis kenakalan remaja zaman sekarang. Bukan lagi tentang tawuran ataupun pergaulan bebas, penggunaan berbagai zat terlarang narkotika pun seakan menjadi hal biasa. Sayangnya untuk mendapatkan zat-zat terlarang tersebut tidaklah mudah, pun harganya yang terlampau mahal membuat sebagian orang memikirkan cara lain agar tetap bisa “ngefly”. Bisa dengan menkonsumsi obat batuk hingga menghirup bau lem.

Namun belakangan ini jagat maya dihebohkan dengan pemberitaan tentang fenomena baru terkait efek narkotika. Baru-baru ini Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah menemukan banyak remaja di beberapa kabupaten dan Kota di Jateng mengkonsumsi air rebusan pembalut.

Minum air rebusan pembalut (boombastis.com)

Mereka meminum air rebusan tersebut sebagai pengganti narkotika untuk mendapatkan efek fly. Kebanyakan pelakunya adalah anak-anak di daerah pinggiran seperti Purwodadi, Kudus, Pati, Rembang hingga Kota Semarang bagian timur. Rentang usia mereka adalah 13-16 tahun. Air rebusan ini sama efeknya dengan menggunakan narkotika jenis sabu-sabu.

Rata-rata anak yang mengkonsumsi adalah mereka yang sering hidup di jalanan. Memiliki keinginan untuk mencoba narkotika namun terkendala biaya, sehingga akhirnya melakukan percobaan dengan air pembalut. Pada awalnya mereka memakai pembalut bekas pakai yang ditemukan di tempat sampah. Namun sekarang beralih ke pembalut baru karena dirasa jauh lebih bersih.

Pembalut (IDN Times)

Mengapa pembalut? Menurut Kepala Bidang Pemberantasan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah, AKBP Suprinarto, pembalut mengandung gel untuk menyerap cairan (darah), itulah yang membuat efek fly. Namun belum diketahui secara pasti zat apa yang terkandung di dalam gel tersebut. Untuk saat ini, Dinkes Kota Semarang akan melakukan penelitian terlebih dulu sebelum menyampaikan kandungannya ke publik.

Menurut salah seorang psikolog, fenomena meminum air rebusan ini sebelumnya juga pernah terjadi di Karawang dan Yogyakarta. Para remaja tersebut hanya mengejar kesenangan sementara saja apalagi pembalut bisa didapatkan dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada narkotika. Karena memang mayoritas anak-anak itu berasal dari keluarga kurang mampu.

Firdaus-Gandi Tewas Diduga Minum Air Rebusan Pembalut (Koran Madura)

Keterbatasan modal membuat mereka bereksperimen dengan dimulai dari hal-hal yang dianggap legal. Misalnya saja dengan obat batuk, lem, bensin hingga ke rebusan pembalut. Jika tidak segera ditangani mungkin suatu saat akan muncul berbagai jenis “tiruan” narkotika yang diciptakan dari bahan-bahan lainnya.

Oleh karena itu badan narkotika kini sedang sibuk menangani fenomena ini karena efeknya pada tubuh tidak main-main. Pertama-tama setelah minum air tersebut pelaku akan kehilangan konsentrasi. Kemudian merasa mabuk hingga akhirnya bisa hilang kesadaran.

Mengerikan bukan? Semoga bisa segera tertangani ya!

 

sumber : inovasee



loading...