1. Home
  2. /
  3. Terpukau
  4. /
  5. Mantap, Indonesia Raih 67...

Mantap, Indonesia Raih 67 Medali dan Pecahkan Rekor dalam Ajang Menembak Sedunia


TNI AD kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah dunia dengan menjadi Juara Umum Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2018. Ini adalah lomba tembak bergengsi antar Angkatan Darat dari 18 negara di wilayah Asia Pasifik Amerika dan Eropa. Sudah 11 tahun TNI AD merajai perlombaan ini, dan selama 11 tahun itu pula Indonesia berhasil menjadi juara umum.

Indonesia sukses menjadi juara umum dengan 67 medali, terdiri dari 36 medali emas, 18 perak dan 13 perunggu, sementara tuan rumah berada di peringkat kedua dengan 23 medali, terdiri dari 9 medali emas, 4 perak dan 10 perunggu. Untuk peringkat ketiga ditempati oleh Malaysia dengan perolehan sebanyak 16 medali, yang terdiri dari 8 medali emas, 6 perak dan 2 perunggu.

KAOS ANAK MURAH✨BARU✨-Kaos-Anak-BumbleBee-Kids

TNI AD di AASAM 2018 (Kostrad)

“Adapun 18 negara yang ikut berpartisipasi pada lomba tembak internasional tahunan ini, yakni Indonesia, Australia, Malaysia, Filiphina, Jepang, New Zealand, Thailand, Amerika Serikat, Korea, Canada, Singapura, Brunai Darussalam, UEA, Inggris, Fiji, Tonga, Timor Leste dan Kamboja,” jelas Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh seperti dikutip dari Wartasultraid, Selasa (15/5/2018).

Materi yang dilombakan pada Lomba Tembak AASAM tahun 2018, meliputi materi senapan, pistol serta sniper. Kontingen TNI-AD menerjunkan 12 atlet menembaknya terdiri dari 5 Prajurit Kostrad, 4 Prajurit Kopassus, 2 Prajurit Kodam XIV/Hasanuddin dan 1 Prajurit Kodam Jaya dengan 4 orang official. Sebagai Komandan Kontingen ada Kolonel Inf Khabib Mahfud, S.I.P yang kesehariannya menjabat sebagai Komandan Brigif Raider 13/1 Kostrad. Mereka semua menggunakan senjata buatan Indonesia yakni senjata buatan PT Pindad. Sehingga dengan kemenangan ini, menjadikan pamor senjata buatan Pindad seperti SSV-2 semakin tersohor.

Selain menjadi juara umum, kontingen TNI AD juga berhasil memecahkan rekor mencengangkan yakni berhasil melakukan tembakan satu peluru untuk dua sasaran. Rekor tersebut bahkan berhasil diraih oleh dua prajurit Merah Putih, yakni Serka Yuda Irawan dan Serka Novian Budiyanto. Keduanya yang merupakan penembak jitu (sniper) anggota Kopassus kemudian mendapatkan penghargaan One Shoot Two Kills.

Perwakilan Indonesia dalam AASAM 2018 (Militermeter)

Selain dua sniper terbaik tersebut, tujuh prajurit juga dinobatkan sebagai penembak terbaik. Mereka adalah Lettu Inf Poltak Siahaan, Letda Inf Herlansyah, Serka Sugeng Widodo, Sertu Misran, Sertu Woly Hamsan, Sertu Eko dan Pratu Ismail.

Dalam kompetisi tersebut TNI AD memang benar-benar dominan seperti tahun-tahun sebelumnya. Merah Putih pun akhirnya berkibar dengan bangga di antara 17 kontingen negara lainnya. Hal ini merupakan bukti bahwa kemampuan tentara Indonesia nggak dapat dipandang remeh.

Selamat untuk TNI AD, semoga makin jaya! (tom)

sumber : jadiberita



loading...