1. Home
  2. /
  3. Terpukau
  4. /
  5. Makan Sosis Memang Nikmatnya...

Makan Sosis Memang Nikmatnya Tiada Dua. Sudah Tahu Belum Cerita Asal Mulanya?



Sosis adalah salah satu makanan olahan paling populer di masyarakat dunia. Di Indonesia, sosis dijajakan di berbagai lokasi, mulai dari pasar tradisional, hingga mall besar. Mulai dari sosis siap makan sampai sosis bakar, sosis tidak pernah kehabisan peminat.

Di luar negeri sendiri, sosis laris manis dijadikan topping pizza dan hotdog. Meski kadang disebut makanan yang kurang sehat, sosis tetap nggak kehilangan penggemar. Setelah mencicipi rasanya yang legit, kita pasti langsung ketagihan. Nah, jika kamu salah satu penggemarnya, yuk kita belajar tentang asal muasal makanan lezat satu ini.

unsplash.com

Sosis pertama kali diciptakan pada di Babilonia kurang lebih 3.500 tahun lalu. Sosis pada masa itu tidak seperti sosis yang kita kenal saat ini. Sosis Babilonia terdiri dari dagung cincang, rempah, lemak dan bahan lain, kemudian dimasukkan ke dalam usus binatang dan dikenal dengan sebutan orya.

Orya biasanya dimasak dengan cara dibakar atau direbus. Rasanya yang lezat pun membuat orya jadi salah satu kesukaan masyarakat Babilonia. Bahkan, menurut catatan sejarah, kelezatan orya sampai masuk di naskah-naskah kuno Babilonia.

PILIHAN EDITOR

  • Pengen Masak Terong Lain dari Biasanya? Cobain 6 Resep Ini Aja!
  • Resep Sederhana untuk Membuat Siomay Bandung. Yuk, Dicoba!
  • 10 Kuliner Usus yang Bikin Kamu Menyesal Menyia-nyiakannya. Lezatnya Nggak Kira-kira

Baca Juga : 10 Kuliner Usus yang Bikin Kamu Menyesal Menyia-nyiakannya. Lezatnya Nggak Kira-kira

unsplash.com

Pada masa keruntuhan Babilonia, Romawi menguasai dan menduduki Babilonia. Makanan khas Babilonia seperti orya pun mulai dikenal dan disukai masyarakat Romawi. Namun, orya disebut dengan nama salsus yang berarti “diasinkan”. Diduga dari nama salsus itu, asal nama sausage (Inggris) dan saucijs (Belanda).

unsplash.com

Masyarakat Indonesia mulai mengenal sosis ketika orang Belanda memperkenalkan saucijs pada masa penjajahan. Saucijs, seperti kebanyakan sosis di Eropa, berbentuk besar menyerupai lengan orang dewasa. Rasanya gurih, dan memiliki banyak macam, tergantung dengan daging yang digunakan dan bumbu yang ada di dalamnya.

Di Indonesia, nama saucijs diganti dengan nama sosis karena orang Indonesia kesulitan untuk melafalkannya. Sejak itu, makanan ini terus berkembang hingga saat ini. Usus binatang yang semula digunakan sebagai pembungkus sosis kini digantikan dengan bahan lain, mulai dari protein hewani, bahan sintesis hingga plastik makanan. Tentu, jika pembungkusnya plastik, kita harus hati-hati dan membuang bungkusnya sebelum menyantap makanan satu ini. 

sumber: YUKEPO



loading...