1. Home
  2. /
  3. Terpukau
  4. /
  5. Kisah Seorang Kakek yang...

Kisah Seorang Kakek yang Dulu Dihina, Sekarang Dipuji karena Kebiasaannya


Pada tahun 1900-an, Hutan Gendo yang terletak di Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri mengalami kabakaran hutan. Tidak hanya membuat tanaman dan hewan punah, tetapi juga menyebabkan kekeringan di desa tersebut.

Sudah beberapa dekade, desa tersebut harus menghadapi kekeringan yang panjang, yang menyebabkan defisit air. Terlebih sungai yang ada pun juga ikut mengering.

KAOS ANAK MURAH✨BARU✨-Kaos-Anak-BumbleBee-Kids

  1. Kakek Sadiman sebagai pahlawan

Kakek sadiman
Via boombastis.com

Pahlawan bukan hanya orang yang berjuang dengan cara perang untuk menyelamatkan negaranya. Sosok Kakek Sadiman juga bisa kita sebut sebagai pahlawan yang telah menyelematkan desanya karena apa yang telah beliau lakukan.

Tak tahan melihat kondisi memilukan tersebut, Kakek Sadiman mulai menanami bibit pohon di Hutan Gendol sejak awal 1990-an. Saat ini, Kakek Sadiman sudah memiliki 11.000 pohon yang 4.000 di antaranya merupakan pohon beringin, yang ditanam dengan modalnya tersebut.

  1. Bukan karena uang yang dimilikinya, melainkan karena ketulusan hatinya

via: rappler.com

Kakek Sadiman hanyalah seorang Petani dan peternak biasa, sehingga beliau tentu bukan orang yang berlimpah secara materi. Namun ia rela mengeluarkan biaya untuk membeli bibit-bibit pohon beringin dari kantong pribadinya yang berkisar Rp50.000 – Rp100.000.

Karena harganya yang terlampau mahal bagi kakek Sadiman, ia mencari alternatif lain. Akhirnya sang kakek sempat mencangkok pohon di hutan untuk memperoleh bibit. Karena waktu untuk mendapatkan bibit tersebut sangat lama, sang kakek pun menanam cengkeh yang kemudian dijual atau ditukarkan dengan bibit pohon beringin.


BACA JUGA:

  • Listrik dari Pohon Kedondong Ini Sempat Bikin Heboh Orang se-Indonesia. Kondisinya Kini Mengenaskan
  • Amstirdam Coffee: Pelopor Konversi Energi untuk Kedai Kopi di Malang Melalui Gerakan Mematikan Lampu Bersama Komunitas Earth Hour
  • Kumpulkan Air Demi Bantu 5.800 Kerlurga di Desanya, Perempuan Ini Rela Mengarungi Sungai Sambil Gendong 200 Jeriken! 

  1. Lingkungan sekitar tidak mendukung perbuatannya

via: menjangan.id

Supaya pasokan pohon beringin tidak tersendat, Kakek Sadiman pun pernah mengajukan bibit ke pemerintah. Sayangnya, pemerintah tidak memberi tanggapan kepada dirinya.

Bukan hanya biaya untuk membeli bibit pohon, kakek Sadiman pun harus membayar sewa lahan pada orang lain agar diizinkan untuk menanam pohon di lahan tersebut. Nyatanya tanaman yang ditanam sering mati atau dipangkas untuk makanan kambing peliharaan warga. Bahkan tanaman miliknya pernah dicabut paksa oleh warga sebagai pemilik lahan tidak menyetujui penanaman pohon tersebut.

Kakek Sadiman pun pernah diejek bahkan dianggap tidak waras oleh warga sekitar karena menanam pohon. Tentu sang kakek tidak menghiraukannya, karena niatnya hanya mengembalikan sumber mata air

  1. Dulu yang menghina, kini balik memujinya

via: jelasmi.com

Lebih dari 600 keluarga di Desa Geneng mendapatkan akses air bersih dari mata air di Gendol karena semangat dan kerja keras Kakek Sadiman. Sedangkan di Desa Conto, ada dua dusun yang juga memanfaatkan alirannya.

Melihat keberhasilan sang Kakek, yang mengubah wajah Hutan Gendol yang sebelumnya kering kerontang kini berlimpah air, tentu membuat warga berterima kasih kepada dirinya. Kini beberapa Dusun kompak membantu Kakek Sadiman untuk menanam bibit pohon.

Hutan tersebut dikelola oleh negara. Karena perjuangan sang Kakek untuk mengembalikan sumber mata air, pihak Perhutani pun mengizinkan sang Kakek menanami lahan yang masih kosong di sekitar hutan tersebut.

Sumber : Boombastis.com

sumber : kitamuda



loading...