1. Home
  2. /
  3. Tercengang
  4. /
  5. Kisah Cewek ini Ketemu...

Kisah Cewek ini Ketemu Satpam Galak di Sekolah Jadi Viral, Ia Dibuat Kaget Setelah Tahu Kehidupannya di Rumah yang Seperti Ini


Kaaget.Com – Tak dipungkiri, bahwa hampir semua orang tidak senang berhadapan dengan seseorang yang galak. Hal itu pula yang dirasakan oleh seorang mahasiswi asal Filipina bernama SJ Duque.

KAOS ANAK MURAH✨BARU✨-Kaos-Anak-BumbleBee-Kids

Duque sebelumnya menempuh pendidikan di University of the East, Caloocan, Filipina.

via: tribunnews.com

Di kampusnya tersebut, ada seorang satpam bernama Kuya Percival yang terkenal tegas, galak bahkan jahat.

Ia tak segan menghukum para siswa yang tak menaati peraturan, termasuk Duque yang sering tak tertib memakai seragam.

Hal itulah yang membuat sosok Kuya Percy tidak disukai para mahasiswa dan mahasiswi di kampus.

Namun rasa benci itu seketika berubah haru dan pilu ketika Duque mengungkap sisi kehidupan sang satpam.

Kisah yang ia bagikan di Facebook bahkan langsung menjadi viral hingga dibagikan lebih dari 5 ribu kali.

Diceritakan oleh Duque, bahwa Kuya Percy ternyata tidak banyak menghabiskan waktu bersama keluarga tercintanya. Ia tinggal di sebuah apartemen kecil, sementara istri dan anak-anaknya tinggal di sebuah desa.

Ia hanya bisa menemui keluarga seminggu sekali, dan itu pun waktunya sangat singkat karena ia harus kembali ke rumahnya untuk bekerja.

Untuk Kuya Percy, sehari sudah cukup untuk mereka.

Untuk memasak, membersihkan rumah, mendekatkan diri, ke gereja – inilah hadiah untuk Kuya Percy setelah seminggu bekerja.

Ini jauh dari bagaimana dia dianggap sebagai satpam yang jahat ini University of the East – Caloocan,” tulis Duque, dilansir dari TribunStyle.com.

Lebih lanjut, Duque menyebut bahwa putra tertua Kuya Percy sudah pindah.

Anak keduanya adalah pelaut dan anak termuda adalah siswa kelas 12.”

Kepada Duque, sang satpam mengaku bahwa ia melihat gambaran anak-anaknya pada mahasiswa di kampus yang terkadang tak tertib, tapi sebenarnya ia sayangi.

Ada perhatian di setiap teguran yang ia ucapkan; “Mana seragammu?”, “Pakai kartu identitasmu”, “Rapikan ikat rambutmu”.

Jika dipikirkan, Duque menyadari bahwa satpam kampusnya menghabiskan lebih banyak waktu mengurusi orang asing daripada keluarganya sendiri.

Ini sudah pukul 7 malam, Kuya Percy tak punya keluarga untuk pulang.

Meskipun begitu, dia tersenyum- bercanda kalau dia masih punya cucian menunggu-seakan 132 jam kesedihan dan kelelahan tak berarti.

Dia akan bertemu keluarganya hari Sabtu.

Dan untuk Kuya Percy, itu sudah cukup.”

via: tribunnews.com

sumber : palingseru



loading...