1. Home
  2. /
  3. Terpukau
  4. /
  5. Indonesia Memang Rawan Gempa,...

Indonesia Memang Rawan Gempa, STOP Panik dan Pahami Hal Ini Biar Siap Siaga Gempa!


Belum reda duka akibat gempa berkekuatan 7,0 SR di Lombok pada Minggu (5/8) lalu, Indonesia kembali diguncang dengan kabar gempa berkekuatan 5,2 SR yang mengguncang Kabupaten Malang, Jawa Timur, hari Rabu (8/8) kemarin.

Meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyatakan bahwa gempa tersebut tak berpotensi tsunami, masyarakat yang merasakan guncangan memiliki ketakutan tersendiri. Apalagi setelah melihat bagaimana ganasnya gempa di Lombok yang memakan puluhan korban.

KAOS ANAK MURAH✨BARU✨-Kaos-Anak-BumbleBee-Kids

Indonesia memang sedang berduka, rentetan bencana gempa bumi menguji warga Indonesia sepanjang tahun 2018 ini. Namun kita tak perlu berlarut-larut dalam ketakutan. Perlu diketahui bahwa posisi geologis Indonesia menjadi salah satu alasan kenapa  ibu pertiwi ini rawan gempa.

Ya, Indonesia terletak pada pertemuan empat lempeng utama dunia, yaitu lempeng Benua Asia, lempeng Benua Australia, lempeng Samudra Hindia, dan lempeng Samudra Pasifik. Selain itu, Indonesia juga terletak di tengah-tengah daerah Cincin Api Pasifik dan banyaknya gunung berapi yang masih aktif turut menyumbang faktor rentan gempa bumi Indonesia.

Posisi geologis Indonesia menjadi salah satu alasan kenapa ibu pertiwi ini rawan gempa | via: newstoday.id

Fakta bahwa gempa bisa terjadi kapan pun dan di mana pun,  yang harus kita lakukan sebagai masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa adalah tetap siap siaga. Rasa takut itu wajar, tapi yang harus dikuasai masyarakat Indonesia saat ini adalah apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa.

Seorang pengguna media sosial bernama Yudi Randa beberapa waktu lalu membagikan sedikit tips di akun media sosial Instagramnya tentang bagaimana mengantisipasi tsunami setelah gempa. Tips tersebut didasarkan atas pengalamannya saat menghadapi gempa bumi dan tsunami di Aceh pada tahun 2004 silam.

Yuk, Kawan Muda kita intip apa saja yang harus kita lakukan saat gempa terjadi berikut ini:

Saat gempa terjadi, cobalah untuk tetap tenang dan pergilah ke halaman rumah atau carilah tanah lapang. Ini adalah tempat yang paling aman.

Ketika ada gempa, larilah ke tanah lapang | via: Instagram.com/yudiranda/

BACA JUGA:

  • Wih, keren! 5 destinasi wisata alam Indonesia ini ternyata terbentuk karena bencana di masa lalu, lho!
  • Bukannya Asyik Main Gadget, Remaja Berusia 17 Tahun Ini Malah Habiskan 6 Tahun Latihan untuk Hadapi Kiamat!
  • 10 Foto Before After Perubahan Iklim yang Dirilis NASA Ini Bakalan Bikin Kamu Shock Abis!

Perlu diketahui bahwa gempa yang berpotensi tsunami itu biasanya berkekuatan di atas 6 SR. Cara mengetahuinya adalah rasakan goncangannya. Goncangannya egitu kuat seperti yang terjadi di Lombok.

Gempa yang berpotensi tsunami itu biasanya memiliki kekuatan lebih dari 6 SR | via: Instagram.com/yudiranda/

Jika sudah berada di tanah lapang, tunggulah selama 10—15 menit. Coba perhatikan baik-baik suara di sekitar. Jika ada suara bising seperti deru pesawat, segeralah berlari ke tempat yang lebih tinggi. Entah ke bukit terdekat atau bangunan tinggi terdekat. Ingat, jangan panik.

Untuk mendeteksi tsunami, dengarkan baik-baik apakah ada suara seperti deru pesawat pasca gempa terjadi | via: Instagram.com/yudiranda/

Karena jarak terjang tsunami ditentukan oleh banyak faktor, jika daerah kamu memang dekat dengan laut, bersiaplah untuk mengungsi ke tempat yang tinggi.

Jangkauan tsunami dipengaruhi banyak faktor. Solusi terbaik adalah bersiap untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi jika ada tanda/himbauan tsunami | via: Instagram.com/yudiranda/

Nah, itulah sikap yang bisa kita ambil saat bencana gempa bumi  (dan berpotensi tsunami) terjadi, berdasarkan pengalaman korban gempa bumi dan tsunami Aceh 2004 silam. Dan ternyata, saran Yudi Randa tersebut enggak jauh berbeda, kok, dengan anjuran BMKG dan PMI.

Berikut adalah hal-hal yang sebaiknya dilakukan agar kamu tetap aman saat gempa bumi mengguncang:

Ketahuilah dengan baik apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri, karena ketidaktahuan lah yang membuat kita terjebak dalam bahaya saat gempa | via: kompas.com

Di dalam rumah

  • Jika gempa terjadi saat kamu berada di dalam rumah, segera cari tempat berlindung.
  • Kamu bisa berlindung di bawah meja dengan memegang kaki meja. Jangan lupa lindungi kepalamu, bisa dengan tas, atau minimal dengan tangan.
  • Berikutnya yang harus diperhatikan adalah menjauhkan diri dari benda pecah belah, lemari, dan semua benda yang masuk kategori berat dan bisa menindih kamu. Tetap waspada dan perhatikan pergerakan benda-benda di sekitarmu, ya!
  • Setelah getaran berhenti, kamu bisa segera buka pintu dan keluar dari rumah secepatnya.

Di dalam gedung

  • Bagi yang berada di dalam gedung, secepat dan seaman mungkin keluarlah dari gedung setelah gempa berhenti.
  • Jangan memakai lift dan hindari bagian gedung yang rusak. Jangan menggunakan telepon kecuali sangat penting.
  • Biasanya di gedung-gedung pencakar langit sudah disediakan prosedur keselamatan melalui tangga darurat.
  • Ketahui di mana letak tangga darurat di gedung tempatmu berada.

Di luar rumah

  • Jika kamu beruntung sudah keluar dari rumah, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari tanah lapang.
  • Jauhi pohon, tiang listrik, atau bangunan yang bisa rubuh seketika.
  • Jauhi jurang atau lereng yang curam, karena kemungkinan longsor lebih besar.
  • Jika merasakan getaran gempa yang sangat kuat, segera berlari ke dataran yang lebih tinggi, untuk mengantisipasi terjadinya tsunami.
  • Bagi yang berada dalam kendaraan, berhenti dan keluar dari kendaraan saat itu juga. Jangan melintasi jembatan, atau jalan layang, karena kemungkinan untuk rubuh sangat besar.

Karena kita hidup dengan risiko terjadinya gempa yang tinggi, jangan terlalu ‘negatif’ saat menghadapi situasi tersebut. Jangan terlalu panik atau berusaha menyebar teror  melalui kepanikanmu.

Ketahuilah dengan baik apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri, karena ketidaktahuan lah yang membuat kita terjebak dalam bahaya saat gempa. Dan ingat, takut boleh, tapi jangan panik. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya, Kawan Muda 😉

sumber : kitamuda



loading...