1. Home
  2. /
  3. Tercengang
  4. /
  5. Hanya di Tuban, Warganya...

Hanya di Tuban, Warganya Hobi Makan Tanah Liat yang Dipanggang


Tanah liat selalu diidentikkan sebagai bahan baku pembuatan berbagai macam kerajinan tangan seperti vas bunga, asbak, atau bahkan bahan bangunan macam genteng rumah. Tapi siapa sangka ternyata juga bisa dimakan? Bahkan, tanah liat telah menjadi kuliner legendaris di kawasan Tuban, Jawa Timur.

Adalah ampo, kuliner berupa tanah liat panggang yang saat ini tengah diambang kepunahan karena menurunnya jumlah orang yang mau membuatnya. Padahal, dulunya ampo juga bisa ditemui di daerah lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat.

KAOS ANAK MURAH✨BARU✨-Kaos-Anak-BumbleBee-Kids

Membuat ampo

Karena bertujuan untuk disantap, maka ada serangkaian proses yang harus dilakukan sebelum mengolah kuliner unik satu ini. Pertama-tama, bahan berupa tanah liat harus dikumpulkan terlebih dahulu. Itupun tidak bisa sembarangan, harus berupa tanah liat merah dari sawah yang padat dan empuk.

Proses menyerut tanah liat menjadi stik ampo (youtube)

Tanah liat tersebut kemudian dibersihkan dari kotoran-kotoran yang menempel seperti kerikil. Jika ada yang sudah kering dan keras, tanah itu kemudian ditumbuk halus seperti tepung, baru kemudian diayak dengan saringan yang cukup rapat.

Proses pengasapan ampo membutuhkan waktu yang cukup lama (youtube)

Bubuk yang sudah terkumpul kemudian ditambahkan air sehingga menjadi adonan padat dan bisa diserut menjadi gulungan seperti kue semprong. Hasil serutan yang terkumpul kemudian diolesi minyak sayur yang dicampur dengan abu jerami lalu dibakar di atas tungku api selama lima jam. Ampo yang sudah jadi kemudian dijual dengan harga Rp5.000 per kilogram.

Khasiat ampo

Saat pertama menjajal ampo, biasanya orang akan merasakan pahit secara lamat-lamat. Meski begitu, ampo tetap punya penggemarnya sendiri, khususnya untuk keperluan hajatan, membuat sesajen atau menjadi cemilan ngidam para ibu hamil. Konon, para ibu hamil yang mengonsumsi camilan ini merasakan perutnya terasa dingin dan sejuk laksana minum air dari kendi tanah liat.

Penampakan ampo yang sudah jadi. Mirip stik coklat, ya? (youtube)

Selain itu, ampo juga dianggap punya khasiat untuk menguatkan sistem pencernaan dan menyamankan perut. Hal ini didukung oleh studi yang menyebutkan bahwa tanah liat steril bisa mengikat hal yang berbahaya seperti mikroba, patogen dan virus. Jadi boleh dibilang bahwa memakan tanah liat seperti mengenakan masker lumpur untuk usus.

Bangsa pemakan tanah

Meski dulunya sejarah kemunculan ampo erat kaitannya dengan kelaparan masa penjajahan, namun ternyata tradisi makan tanah, atau biasa disebut geophagy, tidak hanya ditemui di Indonesia saja.

Tradisi memakan tanah ternyata juga banyak dijumpai di negara-negara lain (yooutube)

Sebut saja Kamerun yang punya tradisi menyantap kaolin, lalu Argentina, Iran, Namibia, dan sejumlah negara tropis. Uniknya, sama seperti ampo di Indonesia, tanah liat yang dikonsumsi oleh bangsa-bangsa lain juga kebanyakan dikonsumsi oleh ibu hamil karena dipercaya mengobati rasa mual dan sakit perut.

tertarik mencobanya?

sumber : inovasee



loading...