1. Home
  2. /
  3. Terpana
  4. /
  5. Dari ‘Makanan Kasih Sayang’...

Dari ‘Makanan Kasih Sayang’ Sampai Tembakan Meriam, Ini 9 Tradisi Unik Ramadan di Seluruh Dunia |



Menyambut kedatangan bulan suci Ramadan, umat muslim di seluruh dunia bersuka cita. Kedatangan bulan penuh berkah dan ampunan ini dirayakan dengan berbagai cara dari yang biasa saja sampai yang luar biasa. Setiap negara juga memiliki cara sendiri untuk merayakannya. Seperti apa keunikan tradisi perayaan menyambut bulan Ramadan di seluruh dunia?

1. Lampu-lampu cantik di Palestina

www.worldbulletin.net

Negara terdampak konflik berkepanjangan dengan Israel ini memang kondisinya mencekam. Tapi, mereka nggak mau terus menerus tenggelam dalam kesedihan. Setiap menjelang bulan Ramadan, warga Palestina memasang lampu dan lentera cantik di depan rumah serta di sepanjang jalanan kota. Cantik banget. 

2. Warga Irak berbelanja jajanan di pasar tradisional

www.csmonitor.com

Di Irak, ada satu pasar kuno tradisional bernama Shorja yang menjual berbagai kudapan untuk sahur dan berbuka puasa. Pasar ini hanya buka dari sore hingga malam hari. Sayang, Irak juga terjebak dalam perang yang tak jelas juntrungannya sehingga tradisi berbelanja kudapan di Shorja mulai ditinggalkan. 

3. Di India, pria dewasa memakai celak

www.diymakeupideas.info

Dalam bahasa kecantikan modern, celak disebut dengan eyeliner. Biasanya, hanya perempuan yang memakainya. Tapi, ada yang berbeda di India. Di sana, justru para pria dewasa lah yang memakai celak atau biasa disebut Kohl saat menjelang dan selama bulan Ramadan. 

PILIHAN EDITOR

  • 11 Benda Penuh Inovasi Ini Bikin Rela Ngeluarin Duit Walaupun Kantong Hampir Kering!
  • Musim Panas Tiba, Yuk Hadirkan Kesejukan di Rumah Tanpa AC dengan Cara Ini!
  • Selain Bikin Hari-hari Terasa Happy, Inilah Alasan Kenapa Cewek Suka Cowok Humoris

4. Menari dan menyanyi di Cina

en.chiculture.net

Umat muslim di Kashgar, Cina benar-benar merayakan kedatangan bulan suci Ramadan. Mereka melantunkan nyanyian dan menari-nari seperti dalam karnaval. Tradisi ini diberi nama Muqam. 

5. Di Bangladesh, bulan puasa adalah bulan membaca

www.nhregister.com

Menjelang bulan Ramadan, masyarakat Bangladesh rajin membaca buku-buku pengetahuan tentang agama dan tentu saja mendalami kitab suci. Jadi, sebelum dan selama bulan Ramadan, justru banyak diadakan pameran buku. Sungguh membahagiakan ya. 

6. Menembakkan meriam Ramadan di Mekah, Arab Saudi

www.pulse.ng

Kalau di sini ada tembakan meriam pasti dikira ada perang atau situasi darurat. Tapi, di Mekah, Arab Saudi, meriam ditembakkan setiap hari selama bulan puasa hingga menandai 1 Syawal. Setiap hari, meriam ditembakkan untuk menandai waktu Imsak dan waktu buka puasa. 

7. Hidangan Kasih Sayang di Mesir

english.alarabiya.net

Siapa sih yang nggak suka diberi hidangan, apalagi ini ada kasih sayangnya. Cocok nih kayaknya buat para jomlo. Eits, jangan salah sangka dulu. Hidangan Kasih Sayang ini aslinya bernama Malda Rahmah, berupa makanan yang dibagikan secara gratis selama bulan Ramadan. Kalau di Indonesia semacam takjil dan buka puasa gratis ya. 

Baca Juga : Pakai Lipstik Selama Puasa Bikin Batal Nggak, Ya? Ini Jawabannya!

8. Mengenakan pakaian terbaik di Turki

ramallah.news

Negara yang menjadi titik pertemuan budaya Eropa dan Asia ini juga punya tradisi menyambut bulan Ramadan. Di sana, orang-orang berlomba mengenakan pakaian terbaiknya yang bernama bayramlik. Selain itu, di depan rumah dan sepanjang jalan juga dipasang lampu khas Turki yang disebut Mahya. 

9. Di Indonesia kita mengenal ‘nyekar’

pmiipacitan.wordpress.com

Selain tradisi pusat perbelanjaan yang menggelar pesta diskon agar kita semakin konsumtif, di Indonesia ada juga tradisi unik menyambut kedatangan bulan puasa, yaitu nyekar. Nyekar adalah kegiatan berziarah ke makam saudara dan keluarga yang telah mendahului menghadap Allah SWT. Tujuannya tentu saja untuk mendoakan agar mereka tenang di alam sana. 

Kalau kamu dan keluarga, biasanya ngapain menjelang bulan puasa? Apakah ada yang juga punya tradisi nyekar? Atau kamu masih berpartisipasi dalam tradisi Padusan?

sumber: YUKEPO



loading...