1. Home
  2. /
  3. Tercengang
  4. /
  5. Cerita Gunung Salak dan...

Cerita Gunung Salak dan Para Pendaki yang Hilang. Sebenarnya Seperti Apa Gunung Ini? |



Banyak dari kamu pasti sudah mengenal Gunung Salak yang berlokasi di Jawa Barat. Ya, namanya memang cukup populer terlebih bagi kamu para pendaki. Bahkan, gunung yang konon penuh misteri ini menjadi salah satu destinasi pendakian karena elok alamnya yang luar biasa. Memang, banyak kisah mistis yang menyelimuti gunung ini. Disebut juga, ada harta karun peninggalan Belanda yang tersimpan di sana. Selain itu, ada juga cerita-cerita lain yang mungkin sulit untuk kita percaya.

Namun seringkali, kabut, tebing-tebing yang terjal, dan beratnya medan menyulitkan para pendaki hingga ada yang tersesat, bahkan meninggal. Nah berikut ini beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang gunung yang berada di Bogor ini.

Tak sedikit pendaki yang hilang hingga tewas di Gunung Salak

today.line.me

Sabtu (4/3/2018), belum lama ini Dimas Ramdhan dan Mardiansyah ditemukan oleh tim SAR setelah tersesat di kawasan Kawah Ratu Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Mereka berhasil ditemukan berkat Instagram Story-nya yang diunggah beberapa waktu sebelumnya. Dalam unggahannya tersebut dia menuliskan, “Penting, bantu gua tersesat di Kawah Ratu, Gunung Salak, tolong info kesana, gua gatau jalan pulang gua tersesat ikut arus air ke arah atas tolong bantu,” tulisnya sebagai keterangan foto.

news.liputan6.com

April 2016, warga Sukabumi, Ujang Supiandi tersesat di hutan Gunung Salak selama 2 bulan. Awalnya, ia mendaki dengan tujuan ingin melihat candi di kawasan gunung dengan menyusuri hutan lebat dan tebing-tebing terjadi yang cukup sulit. Namun sebelum menemukan candi, Ujang justru lebih dulu tersesat hingga dua bulan berikut baru ditemukan oleh Polisi Hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

news.okezone.com

Januari 2014, mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) bernama Helmy Dwi Apriyanto tewas di Gunung Salak. Pemuda 19 tahun tersebut diduga meninggal karena cuaca yang buruk. Angin kencang dan hujan lebat membuat badannya drop. Helmy mendaki Gunung Salak untuk pelatihan dasar yang digelar oleh Caterva, klub pecinta alam IISIP.

nasional.tempo.co

Februari 2012, Fajar Arrahman juga tewas di Gunung Salak. Mahasiswa Universitas Budi Luhur Jakarta ini mengikuti pendidikan dasar pencinta alam bersama 14 rekannya. Kematian Fajar disebab kondisi tubuhnya yang tidak fit dan memaksakan untuk mendaki.

Januari 2010, pendaki asal UIN Yogyakarta dinyatakan hilang saat mendaki Gunung Salak. Namun beruntung, 6 pendaki tersebut berhasil ditemukan Tim Sar dengan selamat setelah sehari dinyatakan hilang kontak. Kemudian Februari 2009, tujuh pendaki Universitas Yarsi dinyatakan hilang akibat melalui jalur ilegal. Namun akhirnya keenam pendaki ini ditemukan selamat setelah 4 hari hilang kontak.

Kamu perlu mengenali jalur-jalur legal yang tersedia di Gunung Salak

www.merdeka.com

Gunung Salak memiliki 4 jalur pendakian legal. Inilah jalur wajib yang harus dilalui oleh para pendaki untuk meminimalisir resiko tersesat dan lainnya. Lalu apa saja jalur tersebut?

Jalur Cidahu

Ini adalah jalur umum yang dikelola resmi oleh pihak taman nasional. Kondisi jalurnya cukup bersahabat bagi pendaki. Kamu bisa langsung menjuju puncak tanpa perlu melewati kawasan kawah terlebih dahulu. Namun tetap saja, kamu akan melewati hutan tropis yang cukup lebat dan cukup banyak jalan bercabang yang terkadang membingungkan.

Jalur Natrabu

Jalur Natrabu adalah akses utama saat masuk ke Gunung Salak melalui Desa Pasirreungit. Namun meski ini jalur legal, medannya cukup sulit karena jalan yang sempit, genangan lumpur, dan kamu perlu melewati kawah ratu. Tapi untuk jalan bercabangnya sangat sedikit, sehingga resiko kesasar lebih kecil.

Jalur Cimelati

Jalur Cimelati memiliki banyak lokasi untuk perkemahan. Jika melewati jalur ini, pendaki harus melewati kawasan perkebunan sebelum memasuki hutan lebat. Ini adalah jalur yang cukup dekat untuk menuju puncak Gunung Salak.

Desa Giri Jaya

Dulunya ini adalah jalur resmi namun sekarang sudah tak terpakai lagi. Para pendaki bisa langsung menuju puncak melalui Desa Giri Jaya. Namun untuk medannya cukup sulit karena sudah lama tak dilalui.

Jika ingin mendaki Gunung Salak, apa saja yang perlu kamu lakukan?

fandi92.blogspot.co.id

Untuk mendaki Gunung Salak kamu harus melakukan persiapan khusus. Selain mengenali jalur-jalurnya dan juga kondisi fisik yang fit, kamu juga butuh mengetahui beberapa hal berikut:

1. Meski semua jalur legal itu sudah tersedia, namun kamu perlu sadar bahwa namanya jalur di gunung tetap saja medannya berat. Banyak bebatuan terjal yang harus kamu lalui. Bahkan tebalnya kabut dan hutan lebat bisa mengganggu pandangan kamu.

2. Sebelum mendaki, kamu perlu izin dulu dengan Mbah Idim Dimyati. Ia adalah juru kunci makam keramat di Gunung Salak. Untuk itu, kamu wajib izin dulu demi keselamatan kamu selama mendaki. Sebab, sudah menjadi rahasia umum kalau gunung ini memiliki unsur magis yang sangat kuat.

3. Jangan bersikap arogan selama mendaki. Kamu harus mematuhi segala pantangan yang ada. Kamu tidak boleh memetik berbagai tanaman seperti bunga yang ada di sana. Jangan pula kamu menanyakan tentang buah salak. Ini adalah beberapa pantangan yang harus kamu patuhi selama pendakian.

4. Terakhir, akan lebih baik jika kamu mendaki tidak saat musim hujan atau jangan bulan awal tahun. Sebab, ketika bulan-bulan ini sangat tidak bersahabat pagi pendaki karena angin kencang, hujan lebat, sering menyelimuti Gunung Salak.

Nah itulah tadi sedikit banyak tentang Gunung Salak yang perlu kamu tahu. Jadi kamu jangan asal mendaki karena korbannya sudah banyak. Kamu perlu mempersiapkan fisik yang baik. Mencari tahu berbagai informasi tentang gunung tersebut agar kamu bisa mengenal lebih dalam tentang Gunung Salak. Semoga informasi ini bermanfaat!

sumber: yukepo



loading...