1. Home
  2. /
  3. Tercengang
  4. /
  5. Bhin Bhin, Atung, Kaka–Maskot...

Bhin Bhin, Atung, Kaka–Maskot Asian Games 2018 yang Merepresentasikan Strategi, Kecepatan, dan Kekuatan


Tiga maskot Asian Games 2018 ditetapkan setelah pihak penyelenggara event ini, INASGOC, mengadakan sayembara untuk mendesain maskot terbaik. Maskot berdesain unik dengan nama imut Bhin Bhin, Atung, dan Kaka ini sekaligus melambangkan semboyan masyarakat Indonesia sejak dulu, “Bhinneka Tunggal Ika”.

Beberapa hari lagi Bhin Bhin, Atung, dan Kaka akan sering wara-wiri di media massa. Tahukah kamu apa yang direpresentasikkan Bhin Bhin, Atung, dan Kaka? Tahukah kamu apa keistimewaan hewan-hewan yang menjadi inspirasi pembuatan maskot Asian Games 2018 ini?

Bhin Bhin

Bhin-Bhin, Maskot Asian Games 2018

Tampil dalam warna-warni ceria dengan kuning mendominasi, karakter Bhin Bhin terinspirasi dari burung cendrawasih. Maskot ini merepresentasikan strategi. Bhin Bhin memakai rompi bercorak khas Suku Asmat, daerah asal cendrawasih.

Burung yang menjadi maskot Papua ini terkenal memiliki bulu berwarna indah. Karena kemolekan warnanya, cendrawasih disebut burung dari surga atau bird of paradise. Konon, karena keindahannya itulah burung ini jarang turun ke tanah atau sering terbang di udara dan hinggap di dahan pohon. Warna cendrawasih yang mencolok biasanya merupakan kombinasi beberapa warna seperti hitam, cokelat, oranye, kuning, putih, biru, merah, hijau, dan ungu. Keindahan burung ini semakin memesona dengan bulu memanjang dan unik yang tumbuh dari paruh, sayap, atau kepalanya.

Kabarnya, Indonesia memiliki jumlah spesies cendrawasih paling banyak. Diduga terdapat kira-kira 30 jenis cendrawasih di Indonesia, 28 jenis di antaranya dapat ditemukan di Papua. Cendrawasih yang menjadi maskot Papua adalah cendrawasih mati kawat (Seleucidis melanoleuca). Selain menjadikannya maskot, masyarakat Papua juga sering menggunakan bulu cendrawasih sebagai pelengkap atau hiasan pakaian adat mereka.

Atung

Atung, Maskot Asian Games 2018

Karakter Atung yang warna dominannya cokelat muda terinspirasi dari rusa Bawean. Atung merepresentasikan kecepatan. Dia memakai sarung batik dengan motif tumpal.

Rusa Bawean saat ini hanya ditemukan di Pulau Bawean di tengah Laut Jawa, yang secara administratif termasuk Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Spesies rusa ini tergolong langka dan IUCN menggolongkannya sebagai hewan yang “terancam punah”. International Union for Conservation of Nature adalah organisasi internasional yang bergerak di bidang konservasi alam dan penggunaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Kaka

Kaka, Maskot Asian Games 2018

Badak jawa, atau badak bercula satu kecil (Rhinoceros sondaicus), hewan ketiga yang menjadi maskot Asian Games 2018, adalah satu dari lima badak yang masih ada. Badak jawa biasanya menghindari manusia, tapi akan menyerang jika merasa diganggu. Spesies badak ini kini statusnya kritis, dengan hanya sedikit populasi ditemukan di alam bebas, dan tidak ada di kebun binatang. Saat ini, badak bercula satu termasuk hewan langka yang dilindungi dan hanya dapat ditemui di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten.

Karakter Kaka yang terinspirasi dari badak bercula satu merepresentasikan kekuatan. Kaka yang memiliki warna dominan abu-abu memakai penutup dada bermotif bunga khas kota Palembang.

Kamu bisa mengecek bendera peserta Asian Games 2018 dan maknanya di sini.

(Dari berbagai sumber)

Keep Breathing, Keep Inspiring!

sumber : inspiratorfreak



loading...