1. Home
  2. /
  3. Tercengang
  4. /
  5. 6 Hewan Dengan Cara...

6 Hewan Dengan Cara Bertahan Hidup yang Kita Pikir Hanya Ada di Karya Fiksi Ilmiah


Alam semesta menyimpan banyak misteri dan hal-hal menakjubkan yang sering membuat kita tercengang. Ada Anggrek raksasa, tanaman-tanaman cantik yang ternyata mematikan, fenomena alam seperti aurora borealis dan gunung tujuh warna, dan masih banyak lagi, misalnya hewan dengan cara bertahan hidup yang kita pikir hanya ada di novel atau film fiksi sains.

Kenyataannya, ada banyak hewan dengan cara bertahan hidup sungguh unik. Mari berkenalan dengan mereka.

1. Kupu-kupu seukuran burung yang tidak punya mulut dan lebih memikirkan tentang reproduksi alih-alih makan

© Grandmudlo1 / pikabu   © freenatureimages

Ini contoh Family Lepidoptera, beberapa kupu-kupu terbesar di Eropa yang sering keliru dianggap sebagai burung dan kelelawar.

Setelah berbrmorfosis menjadi kupu-kupu, hewan ini hidup hanya beberapa hari untuk mencari pasangan untuk bereproduksi. Evolusi tidak memberi mereka mulut, jadi tidak mungkin mereka bisa makan sehingga tidak mungkin pula bertahan hidup lebih lama.

2. Cumi-cumi yang kelihatan seperti babi dan cara berenangnya berenang naik-turun

© wikimedia   © mbari.org

Hewan di gambar adalah cumi-cumi babi. Dia berenang dengan gerakan naik-turun sambil membiarkan air keluar dari hidung; itu sebabnya mulut hewan ini terletak di atas mata, di dekat tentakelnya. Cumi-cumi ini hidup di bagian terdalam lautan.

3. Lalat yang memiliki “baju menyelam” untuk berburu makanan di bawah permukaan air

© G.S. Unnikrishnan‎ / facebook

Lalat ini memiliki bulu yang menyimpan banyak udara ketika dia menyelam, di sekelilingnya terbentuk “baju” yang terbuat dari udara, yang memungkinkan serangga ini memakan rumput laut di danau yang luar biasa asin. Karena kadar keasinannya yang ekstrem, hanya rumput laut, kepiting-kepiting kecil, dan lalat jenis ini yang sanggup bertahan hidup di danau seperti itu.

4. Kepiting tanpa capit dengan zat beracun yang bisa dilontarkan pada musuhnya

©Wikimedia

Kepiting ini tidak memiliki capit besar, karena itu dia memungut anemon beracun, lalu melambai-lambaikan anemon itu pada musuhnya. Ini sungguh cara bertahan hidup yang unik, memanfaatkan makhluk hidup lain sebagai tameng atau senjata.

Apa si anemon tidak kesal ya, dijadikan senjata? Tidak, karena kerja sama mereka rupanya menguntungkan dua belah pihak; bersama si kepiting, mereka lebih mudah mendapatkan makanan dan menemukan teritori baru.

5. Slow loris yang menjilat ketiaknya, lalu meludahkan isinya pada musuhnya

©Wikimedia

Ketika slow loris mengendus datangnya bahaya, dia mengeluarkan cairan transparan khusus. Dia menaruh cairan ini di bulunya, mencampurnya dengan liur, dan bersiap menggigit musuhnya atau meludahkan cairan tadi. Toksin yang dilontarkan hewan ini menimbulkan reaksi alergi yang kuat.

6. Lumba-lumba memiliki bahasa sendiri untuk berkomunikasi

©Pixabay

Di luar dugaan, lumba-lumba dulunya bisa berjalan di tanah; sirip mereka ternyata dulunya kaki.

Lumba-lumba berkomunikasi menggunakan bahasa dengan tata bahasa rumit, dan mereka bahkan punya nama untuk satu sama lain. Banyak ilmuwan mengatakan mamalia laut ini pantas dianggap setara dengan manusia dalam hal kecerdasan.

Sebagian besar spesies lumba-lumba memiliki penglihatan sangat tajam baik di dalam maupun di luar air karena matanya bisa bergerak secara masing-masing dan bola matanya yang berbentuk kurva. Jangkauan penglihatan lumba-lumba 180°, yang artinya mereka bisa melihat ke depan, belakang, kiri, dan kanan–tapi tidak ke atas. Ini cara lumba-lumba mengetahui kedatangan bahaya dan menjelaskan alasan mereka berenang dengan posisi telentang (punggung di bawah) ketika mengejar mangsa.

Ketika menciptakan makhluk hidup, Tuhan pasti melengkapinya dengan cara bertahan hidup yang sesuai untuk setiap spesies. Jangan lupa bersyukur karena sebagai manusia kita dianugerahi cara bertahan hidup paling banyak daripada makhluk lain.

(Dari berbagai sumber)

Keep Breathing, Keep Inspiring!

sumber : inspiratorfreak



loading...