1. Home
  2. /
  3. Terpukau
  4. /
  5. 6 Fakta Penting di...

6 Fakta Penting di Balik Kemudahan Layanan Pinjaman Online. Pelajari Dulu, Jangan Mudah Tergiur


Di era modern dan serba mudah seperti sekarang, membeli barang mahal seperti ponsel canggih, motor, bahkan mobil bukan lagi perkara sulit. Bukan, bukan karena harganya jadi turun atau pendapatan rata-rata orang meningkat, tapi karena prosedur pembayarannya bisa dilakukan dengan kredit atau pinjaman. Lembaga keuangan yang menyediakan jasa kredit juga makin menjamur, kalau dulu cuma ada bank konvensional, koperasi, atau pegadaian, sekarang bahkan ada yang namanya layanan pinjaman online alias ‘pinjol’ lho!

Yup, sesuai namanya, pinjaman online yang digagas perusahaan fintech (financial technology) ini bisa dilakukan hanya dengan sentuhan jari di gadget. Tidak perlu bolak-balik ke bank, tinggal isi formulir, mengikuti langkah-langkah selanjutnya, dan duit bisa langsung cair. Pinjol banyak jadi sasaran anak muda yang gatel pengen mengikuti tren terbaru. Persyaratannya juga tidak seribet bank. Tapi ternyata tidak sedikit lho orang yang mengeluhkan bunga yang terlalu besar, kayak apa yang baru terjadi di Monas kemarin, sekumpulan korban pinjol menggelar aksi demo mengeluhkan jeratan bunga yang tinggi.

View this post on Instagram

. yuhuuu tadi gak sengaja lewat monas kok ada demo gitu . stlh tanya2 ternyata demo para korban pinjaman online ( pinjol ) . trs mereka orasi mengeluhkan bunga yg menjerat begitu gede nya . buat bala bala minceu yg pernah melakukan pinjol sharing dong pengalaman kalian biar bisa jd masukan yg lain sblm melakukan pinjol yesss

A post shared by Bukan Akun Haters / Fanbase 😘 (@lambe_turah) on

Sebelum kamu ikut-ikutan mengeluh (yang harusnya besar bunga itu udah disadari dari awal sih…), mending simak deh rangkuman fakta seputar pinjaman online bareng Hipwee News & Feature kali ini~

1. Tidak sedikit orang tergiur pinjol karena syaratnya yang no ribet dan cairnya super cepat. Ya siapa yang tidak mau tiba-tiba ada uang sekian juta di rekeningnya?

Syarat mudah, pencairan cepat, tanpa agunan via economy.okezone.com

Setiap kali butuh uang, kebanyakan orang ingin mendapatkannya dengan cepat. Menunggu uang dari gaji dengan menabung tiap bulan tentu bukan pilihan tepat. Salah satu cara yang akan dilirik adalah dengan meminjam ke bank. Tapi bank juga tidak bisa serta merta memberi pinjaman kalau syarat-syaratnya tidak bisa dipenuhi. Biasanya persyaratannya ini panjang dan ribet. Harus ada agunan dengan nilai minimal, disurvei ini itu, dll. Orang udah menyerah duluan.

Adanya layanan pinjol ini seolah jadi angin segar bagi mereka yang kerap butuh dana cepat. Syaratnya sama sekali tidak ribet. Bahkan kebanyakan tidak perlu barang jaminan lho. Cuma tinggal isi form, isi identitas diri, dan upload foto diri, uang yang diimpikan bisa langsung cair dalam beberapa hari atau mungkin jam.

2. Tapi biasanya pinjol macam itu mensyaratkan bunga selangit, jauh di atas bank. Atas dasar kepepet, banyak orang yang oke-oke aja, sampai tiba waktu pembayaran baru deh kerasa mahalnya

Baru terasa bunganya tinggi pas pembayaran via www.liputan6.com

Karena ‘menjual’ kemudahan dan kecepatan pencairan, biasanya layanan pinjol macam itu mematok bunga perbulan yang cukup tinggi. Untuk lembaga pembiayaan resmi seperti bank, pemerintah udah menetapkan aturan bunga maksimal 3%. Tapi kalau pinjol bunganya bisa berkali-kali lipat. Bahkan ada yang mematoknya 1% per 12 jamnya! Ini jelas di luar kewajaran banget sih. Harusnya kalau lembaga resmi tidak bisa sembarangan gini, bisa-bisa dicabut izinnya.

3. Hati-hati lho, padahal banyak fintech yang belum terdaftar secara resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ini yang bikin peminjamnya kurang terlindungi secara hukum

Banyak yang masih ilegal via www.tribunnoscriptx141.jpg 250w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2018/10/hipwee-pinj8-360×203.jpg 360w, https://www.kaaget.com/blog/wp-content/uploads/2018/10/hipwee-pinj8.jpg 1024w” sizes=”(max-width: 750px) 100vw, 750px”>

Proses penagihan disertai ancaman via money.cnn.com

Debt collector, meski tugasnya menangani kredit bermasalah, tapi mereka punya aturan yang harus dipatuhi lho. Aturan atau tata cara menagih itu merujuk pada Surat Edaran Bank Indonesia No. 14/17/DASP. Lembaga pembiayaan online seringkali lupa (atau mungkin tidak mau tahu?) akan hal ini. Jadi kebanyakan prosedur penagihannya disertai ancaman atau kekerasan gitu.

Tapi kalau lembaga itu tidak terdaftar di OJK, si nasabah mau minta perlindungan ke siapa?

5. Kredit macet juga kerap jadi bahan “jualan” mereka, dengan menawarkan pinjaman baru. Ya gali lubang tutup lubang gitu. Yang ada si peminjam makin bengkak utangnya!

Kredit macet jadi sasaran baru via www.cnnindonesia.com

Tapi ada juga lho pinjol yang memanfaatkan momen kredit macet buat menawarkan pinjaman baru. Tujuannya ya buat menutup utang sebelumnya. Semacam gali lubang tutup lubang gitu. Orang-orang yang depresi karena terlilit utang terlalu lama mungkin bakal tergiur sama tawaran ini. Padahal ya kalau dipikir-pikir sama aja. Peminjam bakal makin sulit lepas dari jeratan utang.

6. Belum lagi kemungkinan data bocor juga tidak bisa dibendung. Sudah sering lho ada kasus orang yang data onlinenya disalahgunakan

Ada kemungkinan data bocor via jogja.tribunnews.com

Karena dilakukan serba online, termasuk mengisi data-data pribadi, kemungkinan kebocoran data itu tetap ada. Apalagi sampai saat ini belum ada payung hukum yang jelas mengatur perlindungan data pribadi konsumen di platform fintech. Kondisi ini rawan banget berujung pada tindak penyalahgunaan informasi pribadi.

Seperti yang pernah dialami Mochamad Mu’alim, suatu waktu ia pernah mengajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA) di salah satu platform pinjol. Setelah mengisi semua data dengan benar, ternyata karena suatu hal ia membatalkan permohonan itu. Tapi setelahnya ia jadi banyak ditelepon jasa asuransi yang menawarkan layanannya. Malah katanya ia sudah terdaftar sebagai nasabah asuransi! Ngeri, ‘kan ya…

Meskipun zaman udah makin serba mudah, tapi sebagai konsumen tidak seharusnya kita mudah percaya sama apapun yang ditawarkan, terlebih kalau itu via daring. Ada baiknya mempelajari dulu kelebihan dan kekurangan setiap penawaran yang diberikan. Tidak serta merta setuju tanpa tahu risiko dan konsekuensi di baliknya.

sumber : hipwee



loading...