1. Home
  2. /
  3. Terpana
  4. /
  5. 5 Soto Khas di...

5 Soto Khas di Festival Soto dan Kuliner Nusantara


TEMPO.CO, Jakarta — Berkunjung ke festival kuliner bisa menjadi kegiatan menarik untuk mengisi waktu berlibur akhir pekan Anda di Jakarta. Sebab, hampir setiap bulan Ibu Kota diramaikan dengan jadwal festival makan-makan.

Akhir pekan ini Anda dapat menyambangi Festival Soto dan Kuliner Nusantara yang digelar Tempo Impresario di Lippo Mall Puri, Kembangan, Jakarta Barat. Pameran makanan tersebut berlangsung mulai 11-15 Juli dan menghadirkan soto sebagai menu utamanya.

Tempo mencoba berkeliling di festival yang diramaikan oleh 30 stan jajanan tradisional khas berbagai daerah itu pada Jumat, 13 Juli. Ada lima soto dari berbagai daerah yang hadir di sana. Berikut ini lima soto yang menarik untik dicoba tersebut.

1. Soto Kemiri Pati
Soto kemiri konon merupakan soto khas daerah Pati, Jawa Tengah. Soto ini sekilas mirip soto pada umumnya. Hanya sayurannya lebih lengkap karena berisi dua macam tauge. Di antaranya tauge soto dan tauge gede. Sayuran lain yang melengkapinya adalah kol, tomat, dan seledri.

Soto kemiri memiliki kuah yang bening. Tak ada campuran santan atau susu seperti soto daerah lainnya. Dagingnya menggunakan ayam kampung. Biasanya, soto kemiri dihidangkan bersama tempe goreng atau tempe kemul. Harga per porsi dibanderol Rp 30 ribuan.

Baca Juga: 

Petualangan Kuliner Mencicipi 3 Nasi Campur di Pamekasan 

Nikmatnya Soto Banjar Kuah Susu, Gurih Tak Berminyak

Kuliner Sarapan, Dua Warung Sup Ayam Favorit di Jakarta

2. Soto Betawi
Festival ini mengundang penjaja Soto Betawi Bang Ali untuk melengkapi keragaman soto khas daerah. Soto Betawi Bang Ali termasuk salah satu yang terkenal di Jakarta. Seperti soto Betawi lainnya, kuah soto Bang Ali medok santan.

Soto Betawi jamaknya dikenal sebagai soto yang sangat berkaldu. Santannya mengandung kaldu dari daging sapi atau ayam. Kuahnya gurih karena campuran santan dan kaldu tersebut. Soto Betawi biasanya dimakan dengan emping dan sepiring nasi. Harga per porsi Rp 34 ribu.

3. Coto Makassar
Coto Makassar khas dengan kekayaan rempahnya. Kekayaan rasanya pun tertampil pada kuahnya yang berisi beragam bebumbuan. Ada kayu manis, cengkeh, dan bumbu dapur lainnya yang dicampurkan.

Maka itu, kuah Coto Makassar gurih dan memiliki karakter rasa sangat kuat. Tak perlu menambah santan untuk membikin kuah coto menjadi gurih. Harga per porsi Rp 40 ribu.

Semangkuk soto koya Lamongan di depot Cak Har, Surabaya. Tempo/Francisca Christy Rosana

4. Soto Surabaya
Dapur Nyonya Besar yang menjajakan soto khas arek-arek Suroboyo turut meramaikan festival. Ciri khas soto Surabaya pun dihadirkan, yakni penggunaan bumbu koya.

Koya membikin kuah soto gurih meski. Biasanga koya dicampur selagi soto masih hangat. Soto ini diberi campuran kentang. Lantas dimakan pakai nasi hangat. Harga soto per porsi Rp 35 ribu.

5. Soto Banjar
Soto Banjar tercium sedap karena bumbunya beda dengan soto pada umumnya. Kuah soto itu memakai kuah susu. Ya, soto Banjar memang identik dengan kuahnya yang mlekoh, namun bukan karena santan. Kuah ini diberi campuran susu masak.

Susu dalam kuah soto Banjar membuat rasanya terasa lebih gurih. Apalagi diberi campuran kayu manis, cengkeh, dan kapulaga. Ada aroma harum semerbak yang mengiringi wangi susu bercampur rempah itu. Harga soto dibanderol Rp 30 ribu untuk ukuran biasa dan Rp 35 ribu untuk ukuran jumbo.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA

sumber : tempo



loading...