1. Home
  2. /
  3. Tercengang
  4. /
  5. 5 Drama Produksi di...

5 Drama Produksi di Balik Film Biografi Queen, ‘Bohemian Rhapsody’ yang Harus Kamu Tau


Kaaget.Com – Cerita penggarapan film “Bohemian Rhapsody” serumit perjalanan band legenda yang diceritain di dalamnya, Queen. Project film itu tertunda dari 2010 lantaran pergantian pemain utama dan sutradara.

Band bentukan London, 1970 itu mencuri perhatian semua penikmat musik rock lantaran suara, gaya, dan aksi panggung ikonik vokalisnya, Freddie Mercury dan aransemen musik gokil dari anggota band, Brian May (gitar), John Deacon (bass), dan Roger Taylor (drum).

KAOS ANAK MURAH✨BARU✨-Kaos-Anak-BumbleBee-Kids

Sayang, ketenaran bikin gaya hidup Freddie Mercury serampangan sehingga doi sering cekcok sama personil lain. Saking sembarangannya, Mercury sampai kena AIDS. Setelah saling menenangkan diri, Freddie Mercury dan anak-anak Queen rujuk kemudian manggung di Panggung Live Aid 1985.

Atensi penonton konser amal berisi banyak musisi papan atas itu dicuri Queen. Media dan polling industri musik menyimpulkan kalo Queen tampilin konser rock terbaik hingga saat itu.

Seru banget, kan cerita dari band Queen? Nah, cerita pembuatan film “Bohemian Rhapsody” pun gak kalah serunya. Seperti ini loh lika-liku internalnya.

1. Perbedaan sudut pandang

via wror.comBrian May, gitaris Queen yang masih hidup. (Sumber: wror.com)

Saat project pembuatan film itu bergulir 2010, aktor komedi berdarah Israel, Sacha Baron Cohen terpilih sebagai pemeran Freddie Mercury. Film itu awalnya dibuat sebagai film biografi Freddie Mercury doang.

Brian May yang terlibat sebagai penasihat produksi film itu protes. Dia merasa film “Bohemian Rhapsody” sebaiknya juga ceritain kondisi Queen setelah ditinggal meninggal sang vokalis.

Dia juga gak setuju dengan pemilihan pemeran Freddie Mercury lantaran pembawaan Baron Cohen terlalu komedi untuk memerankan seorang vokalis yang punya kepribadian unik.

2. Sacha Baron Cohen cabut dari project itu

via gazettereview.comIni Sacha Baron Cohen. (Sumber: gazettereview.com)

Perdebatan yang gak menghasilkan solusi itu akhirnya berakhir dengan keluarnya Sacha Baron Cohen. Sial bagi 20th Century Fox, studio penggarapnya dan seluruh tim yang terlibat project ini, tim casting sulit nemuin aktor jago yang wajahnya mirip Freddie.

3. Tau-tau, nama Rami Malek melejit

via hdqwalls.comIni Rami Malek. (Sumber: hdqwalls.com)

Kerunyaman situasi itu mulai terpecahkan ketika Rami Malek, aktor karismatik berdarah Mesir tenar berkat perannya di serial “Mr Robot” (2015 – sekarang). Tim casting merasa ada kemiripan antara doi dengan sang vokalis Queen, maka doi pun terpilih buat peranin Sang Legenda.

4. Masalah pada sutradaranya

via variety.comIni Bryan Singer. (Sumber: variety.com)

Kehadiran Malek sebagai pemeran utama meyakinkan segenap tim untuk percepat proses produksi. Sayangnya, tempo cepat itu gak sesuai sama tempo sutradaranya, Bryan Singer.

Dia sering terlambat hadir dan absen dari proses produksi. Selain itu, dia mengalami gangguan kesehatan dan butuh istirahat. Pihak 20th Century Fox kemudian menggantinya dengan sutradara Dexter Fletcher.

5. Dexter Fletcher gantiin Brian Singer

via variety.comIni Dexter Fletcher, pengganti Singer. (Sumber: variety.com)

Dexter Fletcher kemudian dipilih sebagai pengganti Brian Singer. Tanpa merombak bagian yang telah disutradarai Singer, Fletcher lanjutin filmnya dengan gayanya sendiri.

Pihak 20th Century Fox kemudian mendaftarkan film “Bohemian Rhapsody” disutradarai oleh Dexter Fletcher dan Brian Singer. Penggarapan film berlanjut. Joseph Mazzello terpilih peranin John Deacon, Gwilym Lee peranin Brian May, dan Ben Hardy peranin Roger Taylor.

Nah, setelah proses rumit selama 8 tahun itu, trailer perdana filmnya rilis 15 Mei malam sementara filmnya dijadwalkan tayang November 2018.

(sds)

Comments

comments

sumber : genmuda



loading...