1. Home
  2. /
  3. Terpukau
  4. /
  5. 11+ Potret Orangtua Modern...

11+ Potret Orangtua Modern yang Bawa Anak ke Tempat Kerja. Ini Alasan Kenapa Tren Ini Perlu Dukungan


Banyak perempuan yang akhirnya memilih resign setelah berkeluarga. Ada yang benar-benar ikhlas dan memang bercita-cita jadi full time mom, tetapi banyak juga yang terpaksa harus mundur dari dunia profesional karena merasa tidak punya pilihan. Dari tidak ada kerabat dekat yang bisa dititipi anak, sulitnya mencari asisten rumah tangga atau baby sitter yang bisa dipercaya, sampai tidak ada fasilitas day care yang terjangkau — seringkali jadi dilema tersendiri bagi pasangan millennial yang ingin membangun keluarga.

Meski ada jatah cuti hamil, tapi setelah itu tidak mungkin juga ‘kan bayi di bawa ke kantor?

Dilema itu yang kini coba didobrak oleh berbagai kalangan. Salah satu kisah fenomenal datang dari Jacinda Ardern yang pada tahun 2018 ini hamil dan melahirkan bayi selagi menjabat sebagai Perdana Menteri Selandia Baru. Setelah kembali dari cuti hamilnya, Jacinda sering kali membawa bayinya ke tempat kerja. Termasuk saat pertemuan tinggi dengan pemimpin dunia lain di ruang sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). PBB-pun menyambut bayi Jacinda dengan tangan terbuka lho, bayinya bahkan dikasih name tag-nya sendiri.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, dengan bayinya di ruang sidang PBB

Alangkah enaknya jika lebih banyak kantor atau tempat bekerja yang punya kultur seperti ini, bakal banyak ibu muda yang mungkin tidak harus berhenti dari pekerjaannya. Sudah seperti apa sih pergerakan ‘bawa bayi ke kantor’ ini? Yuk simak ulasan Hipwee News & Feature ini!

Menikah dan punya anak jadi alasan utama bagi perempuan usia produktif untuk keluar dari angkatan kerja

Berdasar data yang dilansir BBC, 40% perempuan Indonesia berhenti bekerja pada tahun pertama setelah punya anak

Padahal ibu-ibu ini bisa jadi tenaga pendorong pertumbuhan ekonomi. Negara seperti Indonesia diyakini bakal lebih makmur kalau para ibu muda-nya tidak berhenti bekerja

Maka dari itu, fleksibilitas di lingkungan kerja mungkin bisa jadi solusi untuk dilema ini. Banyak perusahaan atau instansi yang mulai memperbolehkan pegawainya untuk bawa anak ke kantor

Solusi seperti ini sebenarnya bisa diupayakan via noscriptx167.jpg 250w” sizes=”(max-width: 640px) 100vw, 640px”>

Karyawan bernama Whitney Pflanzer bisa tetap bekerja sambil membawa bayinya ke kantor sampai umur 6 bulan via indianapublicmedia.org

Ada juga peraturan kantor di Amerika Serikat yang mengizinkan karyawan membawa anak ke kantor, selama karyawan tersebut memiliki reputasi yang baik selama bekerja

Bayi usia 2 bulan yang berada dalam rengkuhan sang mama di kantor untuk bekerja via www.komu.com

Gerakan untuk ‘bawa bayi ke kantor’ ini banyak berkumandang di tanah Eropa. Pejabat atau anggota dewan dari negara-negara Eropa seringkali membawa bayinya ke kantor dan sekaligus berkampanye untuk hal ini

Perwakilan anggota parlemen Eropa dari Swedia membawa bayinya saat pemungutan suara di parlemen Eropa

Anggota Parlemen Eropa lain menggendong bayinya saat ambil bagian dalam sesi pemungutan suara. Kini, bayi seringkali terlihat di ruang sidang

Anneliese Dodds dari Inggris menggendong bayinya sambil melaksanakan tugasnya dalam pemilihan suara via www.reuters.com

Bukan hanya Swedia dan Inggris, anggota Parlemen Eropa dari Italia, Licia Ronzulli juga tak segan mencurahkan kasih sayang ke bayinya ketika sedang mengambil bagian dalam sesi voting Parlemen Eropa

Foto ini sempat jadi viral di seluruh dunia.

Setelah ‘merambah’ parlemen Eropa, bayi juga akhirnya terlihat di PBB. Anak Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern terlihat di sini digendong ayahnya yang ikut menemani istrinya bekerja

Sikap Perdana Menteri Selandia Baru di sidang PBB lalu menjadi perbincangan hangat. Tak hanya karena membawa bayinya, tapi karena pasangannnya yang setia mendampingi dan bantu mengurus anaknya

Bahkan, bayi Perdana Menteri Selandia Baru pun memiliki ID card untuk menghadiri Sidang Umum PBB lho

Bayi Perdana Menteri Selandia Baru mendapat ID card sendiri untuk Sidang Umum PBB

Namun sayangnya respon yang sangat berbeda dialami oleh anggota dewan kota Kumamoto, Yuka Ogata, yang membawa bayinya bekerja. Perempuan Jepang ini justru diusir dari ruang sidang

Kejadian ini langsung memicu kontroversi di Jepang

Walaupun banyak yang memang memiliki sentimen negatif terhadap gerakan ini, tidak sedikit juga orang Jepang yang mendukung langkah Ogata. Hashtag #子連れ会議OK atau it’s OK bawa anak ke kantor, jadi populer di Twitter

Harus diakui, membawa anak ke kantor bukanlah hal yang mudah. Selain perlu banyak persiapan, diperlukan juga kerjasama dan pengertian dari rekan kerja

Tak hanya digendong, bayi yang dibawa para anggota parlemen Eropa ini juga kerap diletakkan di atas meja pemungutan suara. via www.reuters.com

Tapi melihat bagaimana dilema ini dialami oleh hampir semua perempuan, pastinya banyak orang yang akan bisa memahami pentingnya semangat dari pergerakan ini

Dengan begitu, perempuan bisa menyeimbangkan tanggung jawabnya secara lebih baik

BONUS

Belum lama ini ibu-ibu pengemudi gojek tertangkap netizen sedang mengambil orderan bersama 2 anaknya yang masih kecil. Hal ini dilakukannya lantaran situasi di rumah tak memungkinkan untuk meninggalkan 2 anaknya. Sang suami telah menikah lagi dan nggak memberi nafkah untuk hidup anaknya. Alhasil, ibu-ibu pengemudi gojek ini menjadi tulang punggung keluarga 

Ibu gojek bawa 2 anak via www.instagram.com

Di Hipwee juga ada karyawan yang membawa anak ke kantor. Nah, kalau kantormu gimana?

Di Hipwee juga ada via www.hipwee.com

Di era yang semakin modern, kini sudah seharusnya perspektif perempuan saat baru melahirkan anak untuk tidak langsung berpikir resign. Dari potret ibu-ibu yang membawa bayi dan anaknya yang masih kecil bekerja ini, diharapkan bisa mendorong pemerintah dan perusahaan-perusahaan dalam memudahkan peran orangua bersama anak. Karena mau bagaimanapun, masa tumbuh kembang anak bersama orangtua sangat penting untuk tetap dihadirkan.

sumber : hipwee



loading...